Showing posts with label Berita. Show all posts
Showing posts with label Berita. Show all posts

Sunday, April 7, 2013

[Berita] Kisah Heroik Para Ahmadi di Cikeusik


         07 - 04 - 2013
         02 : 14 PM





5 Pebruari 2011, Mln. Ismail Suparman dan keluarga meminta bantuan pihak kepolisian agar dilindungi. Dirinya telah diancam dan diberi kabar bahwa akan ada penyerangan ke rumah Missi yang ia tempati bersama keluarganya.

Beberapa saudara-saudara ruhaninya pergi ke Desa Umbulan, Cikeusik, Pandeglang, Banten Selatan untuk menjenguk Mln. Suparman dan mempertahankan rumah missi milik Jemaat Muslim Ahmadiyah. Mereka sudah siap mental apapun yang terjadi.

Mereka memahami sabda yang Mulia Rasulullah saw bahwa mempertahankan harta benda dan jiwa raga adalah merupakan salah satu bagian Jihad yang hadiahnya adalah tunai, yaitu Surga.

Jadi tidak berdasar, jika dikatakan bahwa kedatangan para Ahmadi yang akan mempertahankan rumah missi itu yang memprovokasi massa untuk datang menyerbu. Massa berjumlah ribuan tidak bisa dikumpulkan dalam waktu singkat. Apalagi jelas para penyerang memakai pita biru maupun hijau sebagai tanda bahwa mereka terkoordinir secara professional.

Pagi, 6 Pebruari 2011, sampailah rombongan pemuda Ahmadi di Cikeusik sekitar 08.00 WIB. Awalnya, mereka bersantai, bercanda dan berfoto bersama. Datanglah sarapan pagi, langsung saja disambut dengan gembira.

Dalam keadaan santai itu, mereka dikejutkan dengan kedatangan aparat kepolisian yang jumlahnya cukup banyak. Itu terjadi pukul sembilan atau setengah sepuluh pagi. Anehnya, para polisi yang tadinya terlihat banyak, raib entah kemana. Mereka hanya sedikit bersisa. Pasukan Dalmas yang awalnya ada di Jalan sebelah Utara rumah missi, namun tiba-tiba berpindah di arah selatan rumah missi.


Pukul sepuluh pagi, massa yang sangat banyak itu tiba-tiba muncul dari arah Utara rumah missi, dimana pasukan Dalmas saat itu ada di sebelah Selatan Rumah missi. Maka mereka pun dengan leluasa menyerobot  aparat yang jumlahnya tidak sebanding.

Tiba-tiba mereka menyerang! Tidak ada mediasi terlebih dahulu! Seakan-akan mereka tidak punya mulut untuk berbicara. Terjadilah adu jotos antara Deden Sujana dengan salah seorang penyerang. Akibatnya, sang penyerang tadi roboh.

“Serang…!”, teriak salah seorang penyerang.

“keluar…!”, teriak Ferdiaz kepada teman-temannya yang ada di dalam rumah Missi. Maka keluarlah para Pemuda Ahmadi. Senjata tajam diacung-acungkan untuk menakut-nakuti para Ahmadi. Ternyata hal itu tidak berpengaruh sama sekali. Menyusul batu yang menghujani para Ahmadi. Mereka menangkis dengan alat-alat seadanya. Bahkan para pemuda Ahmadi berusaha menghalau penyerang dengan bambu-bambu yang berasal dari atap yang sudah dirusak massa.
Mereka terus menyerang dengan ganas….! seakan-akan para Ahmadi itu binatang buruan yang harus mati saat itu juga.

Para pemuda Ahmadi terdesak. Para penyerang tanpa ampun terus merusak rumah missi dan menyerang para pemuda Ahmadi. Hingga para Ahmadi terdesak mundur sampai ke dalam rumah missi.

Di bagian belakang rumah tersebut, Belasan penyerang mengeroyok Deden Sujana dengan berbagai senjata tajam. Sabetan parang ditangkis tangan pak Deden Sujana, sehingga tangannya hampir putus separuhnya. Pahanya pun terkena sabetan parang. Kontan Deden rebah ke tanah. Meski dirinya terjatuh, para penyerang dengan wajah beringas, mengayunkan bacokan-bacokan parang dan terus berusaha keras menusuk Deden.


Ferdias yang melihat hal itu, ia segera melindungi Deden dengan ditelungkupi. Diaz membisikkan kata kata lirih kepada Deden yang sedang dipeluknya di tanah, “Doa saja pak Deden, kita mati bersama”. Diaz pasrah, ia mengaduh menerima bacokan, akibatnya ia harus dijahit sebanyak 45 jahitan di punggungnya. Batu-batu besar juga selalu diarahkan ke kepalanya yang memakai helm. Beruntung, ia pun hanya mengalami gegar otak ringan. Ferdiaz masih ditakdirkan selamat. Ada seorang Ahmadi yang berperawakan tinggi besar yang mencegah para penyerang untuk terus menyiksanya. “Sudah..sudah.. dia sudah tidak berdaya!” Tak lama kemudian datanglah Dalmas yang mengangkutnya pergi untuk dievakuasi.

Di tempat lain, Beberapa Ahmadi dihajar dan terdengar rintihan yang menyayat hati. Karena banyaknya massa, para Ahmadi selangkah-demi selangkah mundur dengan tetap mempertahankan diri. Rumah missi yang targetnya dipertahankan, kini hancur lebur. Tidak hanya itu, Dua mobil habis dibakar. Satu mobil APV Silver milik Jemaat Ahmadiyah, dan satu mobil lagi milik Deden Sujana. Satu motor milik Mln. Abdur Rahim YHBM diseret layaknya sampah dan kemudian dibakar.

Beberapa pemuda Ahmadi bisa meloloskan diri dan beberapa lagi dibantai habis layaknya binatang. Anggota yang tidak melawan pun terus diserang hingga syahid!

Para Ahmadi yang sudah terkulai lemah, batu-batu terus dirajamkan kepadanya. Tidak hanya itu, pukulan kayu terus diarahkan massa tanpa ada belas kasihan. Massa yang melihat itu bahkan bertepuk tangan & bersorak sorai. Terlihat seorang Ahmadi sudah syahid namun, penyerang masih merasa belum puas, Kepala dan badan Syuhada itu terus dipukuli dengan tongkat dan dirajam dengan batu hingga bersuara.


Setelah tiga Ahmadi syahid ditempat, Massa masih belum terpuaskan dahaga akan darah. Para penyerang menghentikan aksi brutalnya setelah beberapa polisi & Dalmas datang menyelamatkan & mengevakuasi korban ke RSUD Malingping.
Massa terus menyisir para Ahmadi yang sempat meloloskan diri. Dari satu rumah persembunyian, Salah seorang korban melihat dengan mata kepala sendiri bahwa orang-orang yang telah menyerang dirinya, sambil pulang, massa sempat bersalaman dengan polisi yg ada disana sambil tersenyum-senyum. Kemudian ada juga saksi yang melihat, para penyerang keluar dari satu rumah dan terlihat telah dibagi-bagikan amplop berwarna coklat.
Selasa 8/2/2011 pukul 07.00 WIB dua syuhada diberangkatkan ke Gondrong-Kenanga untuk disemayamkan. Tubagus Chandra Mubarak & Roni Pasaronikini tenang bersemayam di bumi Tangerang. Kedua syuhada itu di antar kepergiannya oleh 1500-an Ahmadi yang cinta sekaligus bangga kepada mereka.
Satu syuhada lagi, Warsono telah dibawa ke Cirebon untuk disemayamkan.
Rabu, 9/2/2011, Deden Sujana yang kini berada di RS Pertamina, ia terlihat kuat, tenang, tdk tampak Depresi, masih bisa tersenyum, dan tentu saja ada raut sedih di mukanya.
“saya kok dianggap provokator oleh Polisi kami ke Cikeusik justeru mau mengurusi Muballigh #ahmadiyah yg ada ditahan & menjaga mesjid serta aset-aset jemaat. kami tdak menyangka akan ada penyerangan itu, kami tdk bawa apa-apa & tidak menyiapkan apa-apa”, ungkap Deden kepada Guntur Romli.
“Masa sih kami menantang dan memprovokasi? Dari sisi jumlah saja kami sudah kalah. Ketika saya sedang ngobrol dgn Kapolsek, kami diserang. Karena tiba-tiba diserang, kami melindungi diri dgn melawan, tidak ada tantangan & provokasi,” tambah Deden.
Ferdiaz menuturkan dengan nada menyesal, “Kenapa saya masih hidup! Saya sering ikut yang kayak gini, di Cisalada, di Manislor, dll, tapi pulang selalu membawa nyawa. Ada apa dengan saya?”
========
Selamat jalan wahai para pejuang agama. Darahmu akan mengharumkan negeri; Mempercepat kesuksesan bagi Islam, dan segera membawa petaka bagi para kaum penganiaya.
Semoga para pejuang kita yang masih terluka, bisa segera diberikan kesehatan yang sempurna.
[peristiwa ini didapat dari para Saksi kejadian dan akan terus berkembang sesuai fakta. Saksi sementara tidak dimunculkan namanya]


Sumber : 
http://isamujahidislam.wordpress.com/2011/02/08/kisah-heroik-para-ahmadi-di-cikeusik/


Friday, April 5, 2013

[Video] Bekasi Mayor Shuts Down Ahmadiyah Mosque











Sumber :

http://www.youtube.com/watch?v=a7kg6364Lyw&feature=share

[Berita] Masjid Ahmadiyah Bekasi Dipagari Seng, Jamaah Salat di Rumah

         09 - 04 - 2013
         09:16 AM






Jakarta - Setelah upaya menggembok Masjid Al-Misbah tidak menghentikan ibadah Ahmadiyah, pemerintah Kota Bekasi memutuskan untuk memagari sekeliling masjid tersebut dengan seng untuk mencegah jamaah masuk ke dalam masjid.
“Semalam masjid kami dipagari dengan seng oleh Satpol PP pemerintah kota, karena menurut pemerintah kota kita masih terus melaksanakan kegiatan walaupun pintu masjid sudah mereka gembok,” kata imam masjid, Rahmat Rahmadijaya, pada Beritasatu.com, Jumat (4/4).
Menurut Rahmat, mereka selama ini hanya menjalankan aktivitas peribadahan biasa seperti salat Jumat dan dakwah internal bagi anggota masjid yang berjumlah sekitar 400 orang.
“Mereka menyatakan berpegang pada peraturan gubernur, fatwa MUI dan peraturan walikota yang melarang Ahmadiyah, padahal aturan-aturan tersebut hanya melarang penyebaran ajaran dan tidak melarang kegiatan. Mereka menganggap bahwa ibadah itu adalah kegiatan.”
Masjid yang sudah dibangun sejak tahun 1998 ini memiliki hubungan baik dengan jamaah di sekitar masjid. Namun sejak Front Pembela Islam (FPI) membuka cabang di Pondok Gede dan berlokasi di dekat masjid, pemerintah kota Bekasi terus ditekan untuk menutup masjid Ahmadiyah.
Pada tanggal 14 Februari, pemerintah kota Bekasi menempelkan pemberitahuan penyegelan di tembok masjid dan menginformasikan bahwa Ahmadiyah dilarang melakukan kegiatan.
Sebulan kemudian, pada 8 Maret silam, gerbang masuk menuju masjid digembok oleh Satpol PP. Beberapa anggota Ahmadiyah yang masih terjebak di dalam masjid setelah salat Jumat, termasuk beberapa orang berusia lanjut, terpaksa dikeluarkan dengan menggunakan tangga di bawah guyuran air hujan.
Rahmat mengatakan bahwa tim pengacara dari LBH Jakarta dan YLBHI yang semalam ada di lokasi berupaya melakukan dialog dengan pejabat pemerintahan dan kapolsek sebelum penutupan masjid. Namun mereka menolak untuk berdiskusi.
Sudiana, bagian hukum pemerintah kota Bekasi mengatakan bahwa pemagaran dilakukan agar jamaah masjid patuh pada larangan kegiatan yang dikeluarkan dalam bentuk peraturan walikota tahun 2011.
Namun Rahmat mengatakan bahwa Satpol PP beralasan bahwa mereka hanya berusaha untuk menghindari terjadinya bentrok antara ormas Islam dengan Ahmadiyah setelah ada permintaan dari ormas Islam untuk menghentikan aktivitas.
“Mereka semata-mata takut sama FPI,” kata Rahmat.
“Kalau memang mereka menegakkan peraturan, mereka harusnya tahu bahwa di peraturan-peraturan tersebut hanya pelarangan penyebaran ajaran, dan tidak menyebutkan pemagaran, penggembokan dan pelarangan ibadah. Dakwah di dalam dan pendidikan untuk anak-anak kami kan tidak melanggar peraturan.”
Rahmat mengatakan tim pengacara Masjid Al-Misbah akan mensomasi walikota.
Sementara waktu, jamaah akan beribadah di rumah-rumah anggota Ahmadiyah.
“Kami akan beribadah di rumah-rumah anggota kami karena memang tidak ada satu celah pun disisakan untuk kami bisa masuk ke dalam masjid,” kata Rahmat.
“Sudah digembok, sekarang ditutupi seng. Aparat juga terus mengawasi masjid. Anggota kami yang datang disuruh pulang.”
Walikota Bekasi Rahmat Effendi tidak menjawab ketika dihubungi oleh Beritasatu.com.


Penulis: Camelia Pasandaran/FEB


Sumber :

http://www.beritasatu.com/nusantara/106113-masjid-ahmadiyah-bekasi-dipagari-seng-jamaah-salat-di-rumah.html

[Berita] Dikepung, 22 Jemaah Ahmadiyah Masih Terkurung di Masjid

         09 - 04 - 2013
         09:07 AM




KBR68H, Jakarta – Sebanyak 22 warga Jemaah Ahmadiyah Jatibening, masih terkurung di dalam Masjid al Mizbah, Bekasi, Jawa Barat. Mereka meminta polisi menjamin pengamanan diri dan aset berupa masjid milik mereka. Kuasa hukum Jemaat, Febi Yonesta mengatakan, mereka yang di dalam masjid bersedia ke luar kalau polisi memberikan jaminan tertulis pemenuhan permintaan tersebut.

"Jujur aja, kawan-kawan di dalam kurang percaya dengan itikad dari pemkot. Tapi, mereka sangat percaya dan menaruh harapan pada kepolisian dan kepolisian akan berdiri dan berpihak pada hukum dan kebenaran. Belum ada jaminan karena tidak adanya kepercayaan dari mereka pada perlindungan, baik diri dan aset," kata Febi Yonesta di luar pagar Masjid al Mizbah, Bekasi.

Semalam, Pemerintah Kota Bekasi, Jawa barat memagar dan menggembok masjid Ahmadiyah di Jatibening. Pemkot mengancam akan menahan aset masjid tersebut. Alasannya untuk menegakan peraturan walikota Bekasi terkait larangan aktivitas Ahmadiyah. Namun, jemaah Islam Ahmadiyah memprotes dengan berdiam di masjid mereka.


Sumber :
http://www.portalkbr.com/nusantara/jawabali/2544916_4262.html

Friday, February 15, 2013

[Berita] Jemaat Ahmadiyah Dibina Oleh MUI

         15 - 02 - 2013
         11 : 37 PM




         Ok berita selanjutnya, berita terbaru hari ini :

http://www.beritasatu.com/nusantara/97143-jemaat-ahmadiyah-dibina-oleh-mui.html

----
Jemaat Ahmadiyah Jatibening tidak kendur semangat ataupun berkurang jumlahnya pascapelarangan kegiatan oleh pemerintah daerah.

Bekasi - Jemaat Ahmadiyah Jatibening, Pondok Gede, Kota Bekasi Jawa Barat, melakukan aktivitas seperti biasa pasca pelarangan oleh Pemkot Bekasi beberapa hari lalu.

"Kami tetap melakukan kegiatan seperti biasa, Sholat lima waktu dan Sholat Jumat di masjid kami. Tidak berpengaruh dengan pelarangan oleh Pemkot Bekasi," ujar Humas Ahmadiyah Jatibening, Deden Sudjana, Jumat (15/2).

Menurut Deden, Jemaat Ahmadiyah Jatibening tidak kendur semangat ataupun berkurang jumlahnya pascapelarangan kegiatan oleh pemerintah daerah.

Sementara itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi berniat membentuk Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) di Masjid Al-Misbah, milik Jemaat Ahmadiyah Jatibening. Langkah ini sebagai salah satu upaya pembinaan bagi Jemaat Ahmadiyah.

Pembinaan dan pengarahan yang dilakukan oleh MUI selama ini adalah mengajak dialog dan berdiskusi. Namun, MUI Kota Bekasi mesti mengalah lantaran pihak Ahmadiyah terus bersikukuh untuk menggunakan khatib dan imam dari mereka bukan dari MUI.

Sekretaris Umum MUI Kota Bekasi, Sukandar Ghazali, menyatakan, sejak 2012 lalu sudah dilakukan dialog dan sholat Jumat bersama. "Kendala utama dalam pembinaan dan pengarahan Jemaat Ahmadiyah karena mereka sulit melepaskan keyakinan mereka. Di depan kami mereka setuju mengikuti imbauan MUI tapi di belakang kami mereka tetap saja menjalankan ajaran mereka. Ini kan aneh, seperti sandiwara," imbuh Sukandar Jumat (15/2).

MUI Kota Bekasi sudah melakukan langkah-langkah persuasif melalui dialog dan diskusi. Selain itu, secara perlahana-lahan MUI dan KUA setempat terus berupaya untuk mengadakan pengajian-pengajian di Masjid Al-Misbah dengan mengundang warga sekitar dan Jemaat  Ahmadiyah.

MUI Kota Bekasi juga akan merangsang pembentukan DKM di Masjid Al-Misbah. ''Ini sebagai upaya penyelamatan warga sekitar dari penyebaran paham Ahmadiyah. Intinya, MUI Kota Bekasi secara perlahan dan pendekatan persuasif akan mengendalikan Jemaat Ahmadiyah melalui pembinaan,'' ujarr Sukandar.

----


         Ada perkataan menarik yang ingin saya bahas disini. '... Namun, MUI Kota Bekasi mesti mengalah lantaran pihak Ahmadiyah terus bersikukuh untuk menggunakan khatib dan imam dari mereka bukan dari MUI.'. Jelas, tentu saja. Disana sudah ada jadwal Imam dan Khatib terlebih dahulu. Terlebih lagi, ada dalil soal itu. Kalian dapat lebih jelas membaca dan memahami dalilnya di situs ini :


http://www.mutiarahadits.com/06/54/75/tamu-menjadi-imam-shalat.htm

http://majalah-assunnah.com/index.php?option=com_content&view=article&id=273

http://fadhlihsan.wordpress.com/2011/06/16/yang-tidak-berhak-menjadi-imam-shalat/

         Saya sampaikan beberapa pointnya saja.

----

Hadits Abudaud 504

حَدَّثَنَا مُسْلِمُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنَا أَبَانُ عَنْ بُدَيْلٍ حَدَّثَنِي أَبُو عَطِيَّةَ مَوْلًى مِنَّا قَالَ كَانَ مَالِكُ بْنُ حُوَيْرِثٍ يَأْتِينَا إِلَى مُصَلَّانَا هَذَا فَأُقِيمَتْ الصَّلَاةُ فَقُلْنَا لَهُ تَقَدَّمْ فَصَلِّهْ فَقَالَ لَنَا قَدِّمُوا رَجُلًا مِنْكُمْ يُصَلِّي بِكُمْ وَسَأُحَدِّثُكُمْ لِمَ لَا أُصَلِّي بِكُمْ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ زَارَ قَوْمًا فَلَا يَؤُمَّهُمْ وَلْيَؤُمَّهُمْ رَجُلٌ مِنْهُمْ
Barangsiapa yg mengunjungi suatu kaum maka janganlah dia mengimami mereka, akan tetapi hendaklah yg mengimami mereka adl salah seorang dari mereka.

Abi Mas`ud Al Badri radhiyallâhu'anhu.
Rasûlullâh shallallâhu 'alaihi wasallam bersabda:
hadits
Yang (berhak) menjadi imam (suatu) kaum,
ialah yang paling pandai membaca Kitabullah. 
Jika mereka dalam bacaan sama, 
maka yang lebih mengetahui tentang sunnah. 
Jika mereka dalam sunnah sama,
maka yang lebih dahulu hijrah. 
Jika mereka dalam hijrah sama, 
maka yang lebih dahulu masuk Islam 
(dalam riwayat lain: umur). 
Dan janganlah seseorang menjadi imam terhadap yang lain 
di tempat kekuasaannya (dalam riwayat lain: di rumahnya). 
Dan janganlah duduk di tempat duduknya, 
kecuali seizinnya.[5]


Malik bin Al-Huwairits radhiyallahu ‘anhu, bahwa ia menceritakan: Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda:
“Barangsiapa yang datang berkunjung ke satu tempat, janganlah ia mengimami mereka. Hendaknya yang menjadi imam adalah salah seorang di antara mereka saja.”
----

         Sekarang kita pikirkan lagi, bagaimana bisa orang-orang itu menjadi Imam bagi jema'at Ahmadiyah, sedang mereka saja meng-'kafir'-kan jema'at Ahmadiyah? Dan dari hadits diatas pun sudah jelas perintah Rasulullah Muhammad SAW untuk lebih baik tidak menjadi Imam ditempat yang dikunjungi. Lantas kalian ingin menentang perintah Rasulullah SAW?
         Ok saya kira cukup pembahasan untuk berita ini. Semoga dapat bermanfaat bagi kita semua aamiin.

[Berita] Another - Pemkot Bekasi Segel Masjid Al Misbah

         15 - 02 - 2013
         09 : 10 PM




         Ok mari kita bahas lagi berita tentang penyegelan masjid Al-Misbah. Ini berita kemarin sih, tapi agak sedikit menarik untuk di bahas. Ok saya langsung copy paste saya tulisan dan urlnya ya :

----
http://www.pikiran-rakyat.com/node/223141


BEKASI, (PRLM).-Pemerintah Kota Bekasi menyegel Masjid Al Misbah di RT 1 RW 4 Kelurahan Jatibening Baru, Kecamatan Pondok Gede yang biasa dijadikan tempat ibadah umat Ahmadiyah, Kamis (14/2).

Penyegelan dilakukan karena jemaah Ahmadiyah dianggap melanggar sejumlah aturan yang berlaku dengan masih berkegiatan seperti biasa.

Sejak pagi, sejumlah aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bekasi dan personel Kepolisian Sektor Kota Pondok Gede telah bersiap melakukan penyegelan. Namun penyegelan baru dilakukan siangnya setelah perwakilan unsur pemerintah yang berwenang hadir di lokasi.

Pemasangan plang berwarna cokelat menandai penyegelan tersebut. Dalam plang tertulis "Larangan Aktivitas Jemaat Ahmadiyah di Kota Bekasi".

Adapun landasan pelarangan disertakan pula dalam plang tersebut, yakni Surat Keputusan Bersama Menteri Agama RI, Jaksa Agung RI, dan Menteri Dalam Negeri RI nomor 3 tahun 2008, Kep-033/AJA/6/2008 dan nomor 199 tahun 2008, Fatwa MUI nomor 11/MUNAS/VII/MUI/15 tahun 2005, Peraturan Gubernur Jawa Barat nomor 12 tahun 2011, Peraturan Wali Kota Bekasi nomor 40 tahun 2011.

Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Kota Bekasi Asep Syarif Hidayat mengatakan aksi kali ini merupakan penegasan atas aturan-aturan yang sudah ada.

Penegasan dilakukan karena hingga saat ini di Masjid Al Misbah masih dilaksanakan sejumlah kegiatan umat Ahmadiyah. "Keputusan ini merupakan kesepakatan berbagai unsur setelah memantau kegiatan mereka sebelumnya," katanya.

Anggota Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bekasi Nasrullah menambahkan, aktivitas umat Ahmadiyah, apa pun bentuknya, dilarang di wilayah hukum Kota Bekasi.

Selama ini masyarakat Kota Bekasi sudah sangat toleran dengan kehadiran mereka, tapi apa yang mereka perbuat dapat meresahkan masyarakat.

"Apa yang mereka jalankan jelas-jelas bertentangan dengan ajaran Islam. Jika mereka ingin tenang, jangan bawa embel-embel Islam dan daftarkan Ahmadiyah sebagai agama baru di negeri ini," katanya.

Sementara itu, juru bicara jemaat Ahmadiyah cabang Jatibening Deden Sujana mengatakan pihaknya menyesalkan penyegelan ini. Sebab dilakukan tanpa pemberitahuan resmi dari pemerintah.

"Kami juga menganggap penyegelan ini ilegal karena surat perintahnya tidak ditandatangani Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi. Dengan dukungan dari Komnas HAM, kami akan laporkan hal ini ke MA," katanya. (A-184/A-89)***

----

         Ok, mari kita bahas dari SKB 3 Menteri. Isinya seperti ini :

----

1. Memberi peringatan dan memerintahkan untuk semua warga negara untuk tidak menceritakan, menafsirkan suatu agama di Indonesia yang menyimpang sesuai UU No 1 PNPS 1965 tentang pencegahan penodaan agama.

2. Memberi peringatan dan memerintahkan bagi seluruh penganut, pengurus Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) sepanjang menganut agama Islam agar menghentikan semua kegiatan yang tidak sesuai dengan penafsiran Agama Islam pada umumnya. Seperti pengakuaan adanya Nabi setelah Nabi Muhammad SAW.

3. Memberi peringatan dan memerintahkan kepada anggota atau pengurus JAI yang tidak mengindahkan peringatan tersebut dapat dikenani saksi sesuai peraturan perundangan.

4. Memberi peringatan dan memerintahkan semua warga negara menjaga dan memelihara kehidupan umat beragama dan tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum terhadap penganut JAI.

5. Memberi peringatan dan memerintahkan kepada warga yang tidak mengindahkan peringatan dnan perintah dapat dikenakan sanksi sesuai perundangan yang berlaku.

6. Memerintahkan setiap pemerintah daerah agar melakukan pembinaan terhadap keputusan ini.

7. Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan, 09 Juni 2008

----

         Ada pasal yang menarik menurut saya, pasal 2, 'Menghentikan semua kegiatan yang tidak sesuai dengan penafsiran Agama Islam pada umumnya. Seperti pengakuan adanya Nabi setelah Nabi Muhammad SAW'. Aneh sekali ya, ini seperti membatasi kebebasan berpendapat yang mana seharusnya menjadi hak asasi kita sebagai manusia. Maksudnya apa? Kita semua harus mengikuti penafsiran kalian saja? Tidak boleh menafsirkan selain penafsiran kalian? Jema'at Ahmadiyah juga punya dalil dalam menafsirkan, jangan anggap mereka hanya berandai-andai atau mengarang-ngarang penafsiran tanpa ada dasar yang jelas. Lalu soal pengakuan adanya Nabi setelah Nabi Muhammad SAW. Lho??? Lihat postingan saya tentang video di youtube sebelumnya. Bahwa ormas Nahdatul Ulama pun mengakui bahwa ada Nabi setelah Nabi Muhammad SAW. Yaitu Imam Mahdi, Isa yang dijanjikan. Sebenarnya menarik sekali ini pembahasan tentang ayat 'Khaataman Nabiyyin'. Tapi jujur saya masih belum mau membahas sama sekali mengenai ajaran Ahmadiyah. Karena saya nanti bisa di katakan ikut menyebarkan dan sebagainya. Disini saya hanya ingin meluruskan setiap berita-berita ataupun pandangan keliru yang telah mendarah daging kepada jema'at Ahmadiyah. Saya disini hanya ingin, kita semua sama-sama berpikir, sama-sama melihat. Siapa disini yang di dzalimi, dan siapa yang mendzalimi.
         Ok lanjut lalu pasal 4, perlu di indahkan atau di tekankan kembali itu. Pengrusakan-pengrusakan yang dilakukan oleh organisasi massa tertentu tanpa adanya perintah atau hukum yang mengatur, banyak sekali terjadi kepada jema'at Ahmadiyah.
         Lalu pada berita selanjutnya. 'Apa yang mereka jalankan jelas-jelas bertentangan dengan ajaran Islam. Jika mereka ingin tenang, jangan bawa embel-embel Islam dan daftarkan Ahmadiyah sebagai agama baru di negeri ini'. Ada-ada saja, bahkan bisa dikatakan bahwa kalau ada orang yang membentuk atau membuat agama baru setelah Islam adalah orang yang bodoh. Sudah jelas di Al-Qur'an :

----
“Sesungguhnya agama (yang haq) di sisi Allah adalah Islam.” (QS. Ali Imron 19)

“Pada hari ini telah Kusempurnakan untukmu agamamu, & telah Kucukupkan kepadamu nikmatKu & telah kuridhoi Islam itu sebagai agamamu.” (QS. Al Maidah 3)

----

         Saya rasa cukup sekian pembahasan mengenai berita ini, semoga dapat memberikan manfaat kepada kita semua aamiin.
       

[Berita] Laporan Situasi di Masjid Al-Misbah

         15 - 02 2013
         08 : 51 PM




         Ok langsung saja ya, kita bahas lagi berita terbaru mengenai penyegelan masjid Al-Misbah di Jatibening. Seperti post sebelumnya, nanti saya akan posting dan bahas lagi tiap-tiap berita tentang Penyegelan masjid tersebut. Ok post kali ini bertema tentang hasil survey atau pengecekan saya barusan langsung ke tempat kejadian yaitu masjid Al-Misbah di Jatibening. Jadi tadi saya sempat shalat Jum'at dan shalat Ashar disana. Memang pas awal mau shalat Jum'at sepanjang jalan menuju masjid sudah ramai polisi berjaga-jaga. Kondisinya terasa mencekam sekali, baru kali ini saya merasa seperti ini, ingin beribadah tapi kok sampai harus was-was diri seperti ini. Seperti jaman jahiliyyah saja. Ok langsung saja ke intinya, alhamdulillah ternyata tadi selesai shalat Jum'at tidak terjadi apa-apa. Dan saya langsung berangkat ke kampus setelah itu karena ada ujian jam setengah 2. Lalu setelah ujian saya datang lagi kesana kira-kira jam setengah 4an, saya terlambat Ashar berjama'ah disana jadi sampai sana saya shalat Ashar sendiri. Dan alhamdulillah juga tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan disana. Saat perjalanan menuju kesana sewaktu ashar itu memang polisi-polisi juga sudah tidak ada sih. Hanya tinggal 1 atau 2 orang saja mungkin untuk berjaga-jaga kirim laporan jika massa yang dikhawatirkan akan datang hari ini benar-benar jadi datang. Tapi sepertinya tidak, alhamdulillah. Dan semoga saja kedepan-kedepannya juga tidak akan terjadi kejadian-kejadian yang tidak diinginkan kepada jema'at Ahmadiyah ini, aamiin.

Wednesday, February 13, 2013

[Berita] Wali Kota Bekasi: Masjid Ahmadiyah Tak Disegel, Kegiatannya Dilarang

         14 - 02 - 2013
         01 : 42 PM





         Berikut beritanya :

http://www.beritasatu.com/nusantara/96811-wali-kota-bekasi-masjid-ahmadiyah-tak-disegel-kegiatannya-dilarang.html

----
Jakarta – Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menegaskan pihaknya tidak akan menyegel masjid milik warga Ahmadiyah di Jalan Pangrango Terusan Nomor 44 Kelurahan Jatibening Kecamatan Pondok Gede Kota Bekasi Jawa Barat. Pihaknya hanya melarang kegiatan warga Ahmadiyah di sana.

“Mana ada masjid disegel, tidak mungkin masjid disegel. Anda dengar dari mana? Yang ada larangan terhadap kegiatannya. Ajarannya itu mesti diluruskan,” kata Rahmat yang dihubungi Kamis (14/2).

Dikatakan, larangan terhadap kegiatan Ahmadiyah tertuang dalam peraturan gubernur dan peratuan wali kota Bekasi. Tujuannya, menjaga kehidupan bermasyarakat agar kondusif. “Mereka boleh salat seperti biasa, tapi tentunya sesuai syariat yang ada. Kalau di luar itu, pemerintah kota larang, karena kita juga berpayung pada peraturan untuk menjaga kota agar kondusif,” katanya.

Ketika disinggung bawah pelarangan tersebut terkait pembukaan cabang baru salah satu organisasi massa, Rahmat hanya menyatakan pelarangan itu sudah lama dilakukan.

Sementara itu, Kasat Intel Polres Bekasi, Kompol Rully Indra menyatakan penyegelan masjid belum terjadi. “Yang akan melakukan penyegelan itu rencananya Satpol PP. Itu belum berlangsung. Monggo ke lokasi karena saya tidak berkapasitas untuk bicara. Itu kompetensi pemda. Kita hanya melakukan pengamanan terhadap aktivitas hari ini,” ujarnya.

----

         Apa yang salah? Kegiatan seperti apa sebenarnya yang dilarang?  Jema'at Ahmadiyah disana tidak ada melakukan kegiatan aneh-aneh / macem-macem kok. Tidak disegel? Ok let's see.

[Berita] Masjid Ahmadiyah di Bekasi Terancam Ditutup

         14 - 02 - 2013
         01 : 13 PM




         Ok, langsung saja ya. Karena ini beritanya masih anget, masih baru banget jam 11 tadi keluar. Anda dapat melihat beritanya disini :

http://www.beritasatu.com/nasional/96802-masjid-ahmadiyah-di-bekasi-terancam-ditutup.html

----
Bekasi - Ratusan warga Ahmadiyah Jemaah Masjid Al-Misbah yang berlokasi di Jalan Pangrango Terusan Nomor 44 Kelurahan Jatibening, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, Jawa Barat, terancam tidak dapat melakukan kegiatan beragama karena masjid mereka segera ditutup Pemerintah Kota Bekasi.

Sejak Kamis (14/2) pagi, puluhan aparat keamanan telah bersiaga di lokasi, di luar pagar masjid. Sementara, di dalam pagar telah berkumpul puluhan warga Ahmadiyah.

“Masjid kami sudah berdiri sejak 1980. Sejak saat itu hingga sekarang, hubungan kami dengan RT/RW hingga kecamatan lancar dan baik-baik saja. Begitu juga hubungan kami dengan aparat keamanan, masih terjalin baik,” ujar humas Jamaah Masjid Al-Misbah, Deden Sudjana, Kamis (14/2).

Menurut Deden, penutupan ini diduga sebagai pra-reaksi atas ancaman organisasi massa tertentu untuk yang datang besok, Jumat (15/2). “Tempat kami ini hanya untuk salat lima waktu, pengajian, dan kegiatan agama saja, setelah itu tempat ini kosong, tidak ada kegiatan apa pun,” sambung Deden.

Deden menuturkan area masjid hanya sekitar 400 meter persegi. Di sebelah masjid terdapat rumah misi, yakni kediaman imam masjid, Rahmat Rahmadi Jaya.

Sementara itu, salah satu petugas Satpol PP Kota Bekasi yang tidak mau disebut namanya mengatakan pihaknya masih menunggu keputusan Kesbangpolinmas Kota Bekasi untuk menutup masjid tersebut.

----


         Sangat disayangkan sekali, masjid Al-Misbah di jatibening, tempat saya biasa shalat jum'at rencananya mau ditutup hari ini. Entah karena apa saya juga tidak begitu tahu, padahal baru 1 minggu kemarin saya absen tidak shalat jum'at disana. Sekarang tiba-tiba masjidnya mau ditutup, padahal sebelumnya tidak ada isu-isu mau ditutup, warga tidak senang, atau sebagainya. Malah yang saya tahu disana warganya, RT/RW nya welcome ke jem'at Ahmadiyah disana. Bahkan sebentar lagi mau ada kegiatan donor danar dan kompetisi olahraga bersama warga-warga disana. Aneh sekali tiba-tiba sekarang mau ditutup. Saya baca di berita itu katanya besok mau ada organisasi massa tertentu yang akan datang, jadi untuk menghindari bentrokan masjid ini harus ditutup.
         Ya ampun, ada apa ini? Kenapa polisi, pihak-pihak berwenang, dsb malah bertindak seperti itu. Lihat dari warga sekitarnya, apakah memang jema'at Ahmadiyah disana meresahkan?

“Tempat kami ini hanya untuk salat lima waktu, pengajian, dan kegiatan agama saja, setelah itu tempat ini kosong, tidak ada kegiatan apa pun,” sambung Deden.

         Itu benar sekali, bahkan saya pun ketika sampai disana sangat menyayangkan sekali, tidak adanya kegiatan-kegiatan pengajian rutin, pembahasan-pembahasan, bedah buku, dsb seperti yang biasa banyak ada di masjid-masjid tiap minggunya. Bahkan sependengaran saya juga, masjid ini kalau dari luar terlihat seperti masjid tidak aktif, tidak ada pengeras suara sampai keluar. Adzan maupun khutbah jum'at pun sepertinya hanya terdengar di dalam saja, tidak sampai keluar. Miris sekali melihat keadaan ini, mereka beribadah seperti tertekan, sembunyi-sembunyi. Tapi bukan itu maksud saya, yang ingin saya tekankan disini adalah, apa yang salah dengan mereka? Apakah mereka mengganggu? Berisik dsb? Tidak kan? Lantas kenapa. Ya ampun, biarlah kuserahkan kepada Allah segala urusan, sesungguhnya Dia Yang Maha Melihat dan Maha Mengetahui, Dia-lah seadil-adilnya pemberi keputusan.

 Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika beliau bersabda dalam sebuah hadits,
بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيْبًا وَسَيَعُوْدُ كَمَا بَدَأَ غَرِيْبًا فَطُوْبَى لِلْغُرَبَاءِ
Islam muncul dalam keadaan asing, dan akan kembali (asing), sebagaimana ia muncul dalam keadaan asing. Maka beruntunglah orang-orang asing“. [HR. Muslim dalam Kitab Al-Iman (232)]

Nabi-shollallahu alaihi wasallam- bersabda,
مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ : أَنْ يُرْفَعَ الْعِلْمُ وَ يُثْبَتَ الْجَهْلُ
Diantara tanda-tanda kiamat: Diangkatnya ilmu, dan kokohnya (banyaknya) kejahilan”. [HR. Al-Bukhoriy dalam Shohih-nya (80), dan Muslim dalam Shohih-nya (2671)]

 
Free Website TemplatesFreethemes4all.comFree CSS TemplatesFree Joomla TemplatesFree Blogger TemplatesFree Wordpress ThemesFree Wordpress Themes TemplatesFree CSS Templates dreamweaverSEO Design