Sunday, May 19, 2013

[Review] Tentang Ahmadiyah


         11 : 40 PM
         19 - 05 - 2013



         Halo, sudah lama sekali tidak ada post baru ya. Ngomong-ngomong ini adalah postingan saya yang ke 100 lho (walau sebenarnya ini yang ke 93, tapi ada 7 yang di draft, tidak terasa ya). Ya, tapi pada postingan kali ini saya ingin mengkopas (copy paste) sebuah tulisan yang saya temukan pada blog seseorang yang beralamat disini :
http://nihayaelka.blogspot.com/2010/09/tentang-ahmadiyah_14.html

         Postingan lama sih, tapi sepertinya worth enough untuk dibaca kembali. Ok, jadi langsung saja ya. Berikut postingannya, selamat membaca :

Pak Guntur Romli kemarin habis berkunjung ke markas Ahmadiyah di London.
Saudara-saudara, saya ingin membagi informasi tentang ajaran Ahmadiyah yang saya baca langsung dari kitab karangan pendirinya: Mirza Ghulam Ahmad (MGA). Kitab yang menjadi rujukan saya adalah "al-khazain al-ruhiyah", "al-mawahib al-rahman" yang merupakan terjemahan dari bahasa Urdu Ahmadiyah. Saya akan membagi pembahasan jadi dua, yaitu ajaran-ajaran apa dari mereka yang sama dan ajaran-ajaran apa dari mereka yang berbeda.
Ajaran Ahmadiyah sama dgn mayoritas umat Islam dalam:
1.       Agama mereka adalah Islam, syahadat mereka adalah La ilaaha illahu wa muhammad rasulullah. Penegasan agama Islam dan syahadat ini ditulis oleh Mirza Ghulam Ahmad di Juz 19 al-Khazain al-Ruhiyah-Kitab Mawahib al-Rahman. "Tidak masuk dlm Jemmat kami,kecuali yg memeluk Islam,mengikuti Kitab Allah,sunnah manusia terbaik (Muhammad saw).. dst (MGA). Maka tidak benar kalau menganggap Ahmadiyah adalah agama baru seperti Bahai, Sikh, dst. Ahmadiyah adalah nama ormas keagamaan bukan agama. Ahmadiyah  seperti Muhammadiyah, atau NU, atau Persis, dll (nama ormas keagamaan bukan agama, bukan madzhab fiqh atau firqah).
Penegasan ini brasal dr pendirinya Mirza Ghulam Ahmad bahwa tidak seorang pun yang boleh masuk jemaat kami (#ahmadiyah) kecuali dia muslim. Penghakiman terhadap Ahmadiyah bersumber dari sas-sus, fitnah untuk tujuan di luar dakwah Islam, tpi soal kekuasaan. Saya telah mengunjungi dua masjid Ahmadiyah di London, yang pertama London Mosque (al-fadl) mesjid tertua di Inggris (thn 20-an) dan Baytul Futuh. Tidak benar kalau pengikut Ahmadiyah hajinya ke Qadian-India atau ke London, ini fitnah besar. Pengikut Ahmadiyah yg ke London atau ke Qadian untuk mengikuti "Jalsa Salanah" annual meeting 'pertemuan tahunan' di Indonesia pun ada.

2.       Ahmadiyah percaya Muhammad SAW sebagai "Khatam al-Nabiyyin" ('penutup nabi2')-sprti ditegaskan oleh MGA dalam "Mir'ah Kamalat Islam".

3.       Ahmadiyah percaya tidak ada kitab suci selain al-Quran yang di dalamnya Kalam Ilahi, syariat sempurna & terakhir. Oleh karena itu, yg menuduh Ahmadiyah punya kitab suci selain al-Qur’an yang disebut-sebut tadzkirah adalah fitnah & dusta besar. Tadzkirah yang berasal dari ucapan, catatan, dan ilhamat Mirza Ghulam Ahmad dibukukan 27 tahun setelah MGA wafat bukan kitab suci Ahmadiyah.

4.       Rukun Islam Ahmadiyah ada (5): syahadat, shalat, puasa, zakat & haji ke baitullah di Mekkah. Dlm ibadat Ahmadiyah  ikut madzhab Hanafi.

5.       Apa yg diharamkan oleh Allah & Rasul-Nya pengikut Ahmadiyah  juga haramkan ini ditegaskan dalam kitab Nur al-Haqq
Kesimpulan, rukun Iman (6) dan rukun Islam (5) pengikuti Ahmadiyah  sama dengan mayoritas umat Islam sedunia.
Ahmadiyah  shalat 5 waktu (bukan 3 waktu seperti Syiah) jumlah rakaat sama, bunyi adzan sama (kalau Syiah beda), dalam subuh tak ada qunut. Dalam shalat Ahmadiyah seperti Muhammadiyah tidak ada zikir setelah shalat, doanya tidak nyaring, tidak ada qunut, tidak ada shalawat di antara 2 khutbah.
1.        Ahmadiyah percaya wahyu itu berlanjut, namun hanya "wahyu tabsyiri wal indzari" (wahyu dakwah) bukan "wahyu tasyrii" (wahyu syariat). Ahmadiyah  percaya Mirza Ghulam Ahmad dapat wahyu, tapi isinya bukan syariat baru, tapi penegasan pada syariat Muhammad SAW. Apakah wahyu bisa diturunkan pada selain Nabi? Jawabnya bisa. Ibu Musa as dapat wahyu di surat al-qashash ayat 8. Selain Ibu Musa, Maryam menerima kalam dari malaikat (al Imran ayat 46), atau al-hawariyun –pengikut setia Isa (al-maidah ayat 112). Wa idz awhaytu ila al-hawariyyina an aminu bi wa bi rusuli  - saat Kuwahyukan pada pengikut setia Isa,untuk beriman pada-Ku & RasulKu" (al-maidah 112).
Kesimpulan dari dalil-dalil tadi wahyu bisa diturunkan Allah pada selain Nabi, Ibu Musa, Maryam, pengikut Isa tapi bukan "wahyu syariat". Benar Mirza Ghulam Ahmad mengaku menerima wahyu, tapi BUKAN WAHYU SYARIAT, wahyu itu tdk membatalkan syariat Muhammad SAW. Mohon anda baca kembali istilah wahyu ayat-ayat Qur’an yang diturunkan selain Nabi, atau bahkan pada tumbuhan dan binatang, tapi bukan wahyu syariat.
2.       Ahmadiyah percaya semua nabi tubuhnya adalah manusia biasa, dan akan berakhir sprti manusia biasa (mati), dmikian jga Isa as. Yang membedakan Ahmadiyah dengan umat Islam yang lain yaitu, bagi ahmadiyah Isa telah wafat, tidak hidup jasmani-rohani nya di langit. Ahmadiyah  dengan argumentasi nalar dan teks menolak bahwa saat ini Nabi Isa masih hidup, berada di langit, tubuh & ruhnya dan akan datang lagi. Ahmadiyah  percaya Nabi Isa as, seperti nabi-nabi yang lain, tubuhnya manusia dan punya ajal, tubuh punya umur. Karena Ahmadiyah percaya nabi Isa telah wafat, maka mesias dan imam mahdi-ratu adil yg dijanjikan-adalah orang lain,bukan Nabi Isa yang wafat. Ahmadiyah  percaya orang yang sudah wafat tidak akan kembali ke dunia ini, sprti halnya Nabi Isa as. Ia tidak akan kembali lagi ke dunia. Keyakinan Ahmadiyah ini lebih rasional dibanding kebanyakan umat Islam yang percaya Isa sebagai manusia masih hidup tubuhnya & berada di langit.
Dibanding Iman Syiah 12 Imam (yang ada di Iran) mereka percaya imam ke-12 yang ada di abad pertengahan masih hidup dan akan kembali ke dunia. Arti "rafa'a" dlm quran untuk Isa as, bukan Allah "mengangkat" jasad  dan ruhnya ke langit, tapi "mengangkat derajatnya" (mulia).
3.       Kalau bagi mayoritas umat Islam, mesias (al-masih) dan Imam Mahdi belum turun, bagi Ahmadiyah sudah turun yaitu Mirza Ghulam Ahmad. Dengan catatan keras: Mesias dan Imam Mahdi ini memperkuat syariat Muhammad SAW, tidak boleh menambah atau mengurangi sedikit pun. Karena nubuat2 ini harus diletakkan dalam doktrin bahwa Mesias itu adalah seorang nabi (tanpa syariat) yg memperkokoh syariat Muhammad saw.
Jadi meski Ahmadiyah percaya Mirza Ghulam Ahmad seorang nabi (Mesias) dan dapat wahyu, tapi TIDAK ADA SYARIAT BARU. Ibadat mereka sama dengan yang lain.
Banyak yang salah paham, dikiranya keyakinan Ahmadiyah, Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi dan mendapat wahyu otomatis mengubah syariat Muhammad? Salah besar itu. Jangan menutup mata, bahwa keyakinan Ahmadiyah terhadap Mirza Ghulam Ahmad ada landasan teks dan rasional, mereka berhak untuk percaya. Keyakinan Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi tidak mengubah syahadat, hanya diucapkan dlm bay'at unt masuk jemaat Ahmadiyah. Nama Mirza Ghulam Ahmad dan wahyunya tidak disebut dalam bacaan shalat, tidak pula di masjid-masjid Ahmadiyah. Foto Mirza Ghulam Ahmad dan penggantinya (khulafa') memang dipasang di kantor2 Ahmadiyah tapi tidak di masjid. Di masjid-masjid Ahmadiyah hanya ada syahadat dan ayat-ayat al Quran, tidak ada foto Mirza Ghulam atau ucapan-ucapannya.
Anda yg mau mengetahui ajaran Ahmadiyah bacalah dari buku-buku aslinya bukan kutipan-kutipan dari musuh-musuh mereka :)
Kesimpulan saya : rukun iman dan Islam Ahmadiyah sama dengan mayoritas Islam, bedanya Mesias & Imam Mahdi bagi mereka sudah datang, sedangkan bagi yang lain belum.
Ibadat Ahmadiyah sama dgn umat Islam yang lain, secara madzhab fiqh mereka ikut Imam Hanafi (Imam fiqh pertama dlm 4 Madzhab). Ada kaidah fiqh yang sering dikutip GusDur qawl al-mujtahidi 'an khashmihi laa yu'khadz (pendapat mujtahid tentang lawannya tak bisa diambil). Oleh karena itu, pendapat MUI, FPI, FUI,HTI atau siapapun yg memusuhi Ahmadiyah  tidak bisa diandalkan, karena mereka punya bias-permusuhan. Ada kaidah fiqh yang lain juga untuk tidak mudah menghakimi, "idra'uu al-syubhaat" (hindari perkara-perkara yang belum jelas).
Semoga saya dijauhkan dari keangkuhan menganggap diri bisa menghakimi orang lain dalam soal iman.
Saya telah melihat tata-cara ibadah Ahmadiyah sampai pemimpin tertinggi mereka yg dipanggil "hudhur", masjid-masjid mereka, tidak ada perbedaan. Isi dari 'Jalsah Salanah' adalah ceramah-ceramah dan shalat tahajud, tidak ada ritual dan ibadat baru yang tidak dikenal Islam. Saya menyimpan foto-foto masjid-masjid Ahmadiyah di inggris dari luar hingga bagian dalam. Di luarnya ada kalimat syahadat dan di dalamnya ada ayat-ayat Qur’an. Tidak ada foto Mirza Ghulam dan kutipan kata-katanya di masjid-masjid Ahmadiyah, tidak ada kultus luar biasa padanya di jemaat #ahmadiyah. Setiap masjid Ahmadiyah ada kalimat syahadat "Tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad Rasulullah", tidak benar ada tambahan Mirza Ghulam nabi Allah. Kalau ada yang bilang: syahadat Ahmadiyah itu beda, shalatnya beda, puasanya beda, zakatnya beda, hajinya beda: ini fitnah besar!
Orang Ahmadiyah dari Pakistan memang tidak bisa naik haji ke Mekkah, karena di paspor mereka dipaksa ditulis agama mereka Ahmadi bukan Islam. Orang-orang Ahmadiyah Pakistan kalau mau naik haji pakai paspor Inggris atau India yang tak cantumkan agama di paspor mereka.
Apakah mayoritas umat Islam di Indonesia memusuhi Ahmadiyah? Tidak benar, kalau benar mereka takkan hidup di sini sejak tahun 20-an. Benar kalau mayoritas umat Islam di Indonesia berbeda dalam beberapa poin ajaran dengan Ahmadiyah tapi berbeda bukan berarti memusuhi.
Namun hal yang berkaitan dgn ibadah-ibadah mahdlah, hal yang "al-ma'lum min al-din bi al-dlarurah", Ahmadiyah sama dengan mayoritas umat Islam Indonesia. Perdebatan kelompok Islam yang lain dengan Ahmadiyah sudah terjadi sejak lama, tapi tindakan kekerasan ini fenomena baru. Saya sering ditanya kenapa Ahmadiyah sangat dibenci? Lalu saya balik Tanya, kenapa baru sekarang mereka dibenci? Mereka di Indonesia sejak tahun 20-an lhoo!
Saat ini, seolah-olah sudah jadi parameter-tapi tolol-yang mau dianggap Islamnya bener maka harus membenci dan membubarkan Ahmadiyah. Kalau itu dipakai, maka KH Hasyim Asy'ari pendiri NU bisa dituding Islamnya nggak bener , karena tidak pernah ada fatwa membubarkan Ahmadiyah.
Yang belum pernah shalat, masuk masjid Ahmadiyah atau baca kitab-kitabnya tolong jangan sok tahu dank oar-koar tentang Ahmadiyah, anda cuma nelan fitnah. Siapa yg bilang ini: kebohongan kalau diulang-ulang suatu saat akan jadi kebenaran. Inilah yg terjadi pada #ahmadiyah. Banyak bukti : saksi, rekaman video, foto FPI lakukan aksi-aksi kekerasan, divonis pun sudah. Tapi Ahmadiyah tidak pernah lakukan kekerasan.
Kata siapa orang Ahmadiyah tidak bisa shalat dengan muslim yang lain?Atau muslim yang lain dilarang shalat di masjid Ahmadiyah? Buktikan dulu. ‘ala kulli hal Ahmadiyah sudah ada zaman Hadlratu Syekh Hasyim Asy'ari, tidak ada fatwa bubarkan ahmadiyah, saya manut beliau. Kalau memang Ahmadiyah boleh dibubarkan, sudah bisa sejak zaman KH Hasyim Asy'ari atau KH Wahid Hasyim yang jadi Menteri Agama yang pertama.
Kalau ada orang NU yang mau bubarkan Ahmadiyah, berarti ia anggap dirinya lebih dari Hadlratu Syaikh Hasyim Asyari. Seharusnya Surya Darma Ali Menteri Agama sekarang mengikuti KH Wahid Hasyim Menteri Agama pertama yang melindungi Ahmadiyah. Kiai-kiai NU yg ikut2an mau bubarin Ahmadiyah itu kiai-kiai baru yang amalannya "kursi fulitik" bukan "ayat kursi" :)
Pertanyaan yg harus dijawab, mengapa baru sekarang Ahmadiyah dimusuhi padahal mereka sudah ada di negeri ini sejak tahun 20-an? Kenapa baru Menteri Agama sekarang Surya Darma Ali yang mau bubarkan Ahmadiyah  sementara Menteri Agama pertama KH Wahid Hasyim lindungi mereka? GusDur tegas membela Ahmadiyah  sebagai hak konstitusional, sebagai warga-negara bukan sebagi ajaran. Jadi, sikapi Ahmadiyah  sebagai warga-negara. Bagi anda yang tak setuju ajaran Ahmadiyah, tanamkan tasamuh (toleransi) sikapi mereka seperti GusDur menyikapinya sebagai warga-negara.
Anda kalau mau belajar NU, mau tahu NU ya ke GusDur, sanad beliau nyambung,msh bertemu KH Hasyim Asyari,KH Wahid Hasyim,KH Wahab, KH Bisyri. Ajaran, tafsir dan tradisi NU yg otoritatif menurut saya melalui #GusDur,yg punya darah,ideologi&karamah tokoh2 NU,tolong jgn sebut yg lain
Selama KH Hasyim Asy'ari, KH Wahid Hasyim, KH Wahab, KH Bisyri, dan KH Abdurrahman Wahid tidak berfatwa bubarkan Ahmadiyah saya pun tidak! GusDur pernah ditanya, Gus Ahmadiyah  sesat karena ngaku terima wahyu Respon GusDur "gitu aja kok sesat, gimana Wahyu Sihombing"
Kesimpulan saya dr bacaan, amatan & pengalaman langsung, rukun Islam Ahmadiyah  sama persis! Nama Mirza Ghulam Ahmad tidak disebut dalam syahadat atau shalat hanya dalam bay'at (ikrar masuk jemaat) Ahmadiyah. Orang mau yg masuk tarekat saja ada bay'at untuk taat pada Allah, Rasululullah, Syaikh Pendiri Tarekat dan Syaikh yang bai’at dia, begitu pula Ahmadiyah. Ahmadiyah  tidak bisa dikafirkan karena mereka syahadat, shalat, puasa, berhaji, zakat, ikuti Qur’an & Sunnah Nabi. Mereka muslim. Sekali lagi anda yang tidak bisa terima ajaran Ahmadiyah (meskipun mayoritas sama) tasamuhlah (toleran) sikapi mrka sbgai warga-negara. Tak sedikit yang benci Ahmadiyah karena tidak tahu, seperti pepatah: al-nasu a'da'u ma jahilu (manusia cenderung memusuhi yang tak diketahuinya).
Informasi tentang Ahmadiyah yang dianggap kebenaran sebenarnya tak lebih kebohongan yang diulang-ulang. Sekian sekedar berbagi informasi tentang Ahmadiyah yang berasal dari bacaan, amatan dan pengalaman pribadi saya langsung berinteraksi dgn mereka.
Kalau ada yang sibuk ngurusin keyakinan Ahmadiyah, emang siapa Yang punya surga dan neraka? Kuu anfusakum wa ahlikum nara (jaga dirimu dan keluargamu dari neraka).

-Guntur Romli-
Penulis, Aktivis, dan Kurator di Komunitas Salihara, Jakarta

6 comments:

Manfirgos Chaniago said...

Ini pernyataan dari tokoh Ahmadiyah, H. SAYUTI AZIS AHMAD (Kepala Dakwah Jemaat Ahmadiyah Indonesia)

ISI PERNYATAAN:
“Untuk dapat menjalankan titah Nabi Mirza Ghulam Ahmad, umatnya harus memahami isi Kitab Suci TADZKIRAH. Uniknya, umatnya justru banyak yang rajin membaca Al Qur’anul Karim.

Jika Kitab Suci Al Qur’an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad berbahasa Arab, tidak halnya dengan Kitab Suci yang diwahyukan kepada Nabi Mirza Ghulam Ahmad a.s. Kitab Suci Ahmadiyah ini menggunakan 5 (lima) bahasa, yaitu Arab, Urdu Parsi, Inggris, dan Punjabi. Hal inilah yang membuat umat Ahmadiyah ini sulit membaca dan memahami Kitab Suci yang diberi nama TADZKIRAH itu”.

Bagaimana menurut anda......?????

2. Dan bagaimana dengan buku ini
Judul Buku : Klarifikasi atas Tela’ah Buku Takdzirah
Penerbit : Jemaat Ahmadiyah Indonesia, 2003

dimana di halaman 6
Buku TADZKIRAH ini bukan merupakan buah mimpi tetapi kumpulan dari ilham-ilham/wahyu-wahyu, kasyaf-kasyaf dan rukya-rukya (mimpi-mimpi yang benar) yang dianugerahkan oleh Allah Subhaanahu wa Tal’aalaa kepada Pendiri Jemaat Ahmadiyah Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad ‘alaihissalaam, yang telah teruji kebenarannya sejak dari masa kehidupan beliau hingga sekarang dan akan terus terbukti kebenarannya.

khalid ahmad said...

Wah, ada lagi pertanyaan seperti ini. Seperti perkataan saya sebelumnya ya. Saya sama sekali merasa tidak pantas untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti itu untuk mewakili jawaban dari pihak Ahmadiyah. Silahkan temui mubaligh Ahmadiyah. Apalagi itu perkataan H. SAYUTI AZIS AHMAD. Saran saya, silahkan temui beliau langsung tentang apa maksud perkataannya tersebut. Apa benar seperti yang saudara tanggap arti kata-kata itu, atau mungkin berbeda?
Tapi baiklah, kalau anda ingin mendengar jawaban saya pribadi, yang mewakili atas diri saya sendiri bukan mewakili pihak Ahmadiyah. Maka jawaban (sepengetahuan) saya :

Arti kitab suci di sini bukan berarti kitab suci setaraf Al-Qur'an. Tetapi seperti halnya hadist Qudsi. Hadist Qudsi itu berisi wahyu-wahyu yang diterima Nabi Muhammad saw, lalu dikumpulkan menjadi kitab dan diberi nama hadist Qudsi. Apakah lantas itu kitab suci? Tentu tidak kan. Tapi apakah isi kitab itu suci? Ya, karena itu dari Allah swt. Nah, seperti itulah tadzkirah. Kitab suci? Bukan. Tetapi apakah isi kitab itu suci? Ya.
Jadi ini mungkin hanya permasalahan pada kata-kata saja. Hadits Qudsi bisa saja kita sebut kitab suci, tak ada larangan kan? Karena memang isinya suci. Tetapi kalau kita katakan hadits qudsi setaraf Al-Qur'an tentu tidak bisa kan? Karena memang pedoman utama adalah Al-Qur'an, baru Hadits, dst.

---
Oh ya, karena ini berhubung komentar anda yang terakhir hari ini yang saya baca. Sebelumnya saya ingin berterima kasih karena sudah merespon postingan2 saya tentang Ahmadiyah. Tetapi saya beri saran nih, kalau ingin melontarkan pertanyaan-pertanyaan mengenai ajaran Ahmadiyah. Sebaiknya langsung ke mubaligh, jangan ke saya. Karena saya sama sekali tidak memposting tentang ajaran Ahmadiyah. Saya hanya memposting tentang kenyataan apa yang saya lihat, alami, dan pelajari tentang Ahmadiyah dan apa yang orang pikir tentang Ahmadiyah.

mitra wisata said...

Bagi kami umat islam, pertanyaannya hanya satu, mau gak Jemaat Ahmadiyah berdiri dalam satu shaf yang sama pada saat shalat? kalau mau berarti ahmadiyah adalah kelompok islam yang sama seperti kelompok islam lainnya, bila tidak mau berarti ( Ahmadiyah jawab sendiri dan jelaskan kenapa tidak mau )....

khalid ahmad said...

Mengenai hal itu, coba saudara datang ke masjid Ahmadiyah terdekat dan tanyakan langsung kepada mubaligh setempat kenapa Ahmadiyah tidak boleh bermakmum di belakang orang selain Ahmadiyah.

Saya ceritakan sedikit saja, dahulu pendiri jemaat Ahmadiyah tidak melarang bermakmum dibelakang orang selain Ahmadiyah. Tetapi ulama-ulama lah yang mengkafirkan Ahmadiyah terlebih dahulu.

Imam shalat itu adalah pemimpin atau wakil dalam beribadah bagi para makmum.

Sekarang saya tanya, seandainya saya mengkafirkan saudara, apa saudara mau bermakmum dibelakang saya? Saudara mau menjadikan saya pemimpin atau wakil ibadah saudara, sedang saya saja tidak rela menganggap saudara seiman dengan saya.

Apa jawaban saudara? Silahkan tanyakan dahulu pada diri saudara.

Mas Dartono said...

Ini pernyataan dari tokoh Ahmadiyah, H. SAYUTI AZIS AHMAD (Kepala Dakwah Jemaat Ahmadiyah Indonesia)

ISI PERNYATAAN:
“Untuk dapat menjalankan titah Nabi Mirza Ghulam Ahmad, umatnya harus memahami isi Kitab Suci TADZKIRAH. Uniknya, umatnya justru banyak yang rajin membaca Al Qur’anul Karim.

Jika Kitab Suci Al Qur’an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad berbahasa Arab, tidak halnya dengan Kitab Suci yang diwahyukan kepada Nabi Mirza Ghulam Ahmad a.s. Kitab Suci Ahmadiyah ini menggunakan 5 (lima) bahasa, yaitu Arab, Urdu Parsi, Inggris, dan Punjabi. Hal inilah yang membuat umat Ahmadiyah ini sulit membaca dan memahami Kitab Suci yang diberi nama TADZKIRAH itu”.

Bagaimana menurut anda......?????

(Saya meragukan bahwa itu pernyataan H. Sayuti Aziz Ahmad. Pertama, orang Ahmadiyah tidak punya kebiasaan menyebut nama pendirinya, dng sebutan 'Nabi Mirza Ghulam Ahmad'.

Kutipan persis pernyataan diatas, sy yakin ada, tapi tidak seperti itu. Pewawancara salah memahami pernyataan atau mungkin sengaja memelintir ucapan. Menanggapi tuduhan anti Ahmadiyah bahwa orang Ahmadiyah berkitab sucikan Tadzkirah, beliau menerangkan bahwa Ahmadiyah berkitab sucikan Al-Qur'an. ORang-orang Ahmadiyah biasa membacanya. Ada pun tadzkirah ialah kumpulan pengalaman rohaniah pendiri Ahmadiyah yg di dalamnya terdapat mimpi2 benar, ilham dst..)

Patricia James said...

Apakah Anda mencari pinjaman pinjaman asli? Anda berada di tempat yang tepat untuk solusi pinjaman Anda di sini! Pemberi pinjaman pinjaman pribadi yang memberikan kesempatan hidup pinjaman. Apakah Anda memerlukan pinjaman konsolidasi atau hipotek? Tidak terlihat lagi karena kita di sini untuk membuat semua masalah keuangan Anda menjadi sesuatu dari masa lalu. Pinjaman kami kepada individu yang membutuhkan bantuan keuangan, yang memiliki kredit buruk atau membutuhkan uang untuk membayar tagihan, untuk berinvestasi dalam bisnis dengan tarif 2%. Saya ingin menggunakan media ini untuk memberi tahu Anda bahwa kami memberikan bantuan dan penerima yang andal dan bersedia menawarkan pinjaman. Jadi hubungi kami hari ini via email di:
Silahkan hubungi kami melalui e-mail via patriciajames205@gmail.com. Jadi jika Anda ingin mendapatkan pinjaman dari perusahaan saya, Anda bisa menghubungi kami hari ini.
Terima kasih

Nyonya Patricia James

Post a Comment

 
Free Website TemplatesFreethemes4all.comFree CSS TemplatesFree Joomla TemplatesFree Blogger TemplatesFree Wordpress ThemesFree Wordpress Themes TemplatesFree CSS Templates dreamweaverSEO Design