Showing posts with label Al-Qur'an. Show all posts
Showing posts with label Al-Qur'an. Show all posts

Sunday, November 3, 2013

[Catatan] Ayat Al-Qur'an 2

         04 - 11 - 2013
         06 : 00 AM



        
أَمْ يَقُولُونَ تَقَوَّلَهُ ۚ بَلْ لَا يُؤْمِنُونَ
Ataukah mereka mengatakan: "Dia (Muhammad) membuat-buatnya". Sebenarnya mereka tidak beriman.
فَلْيَأْتُوا بِحَدِيثٍ مِثْلِهِ إِنْ كَانُوا صَادِقِينَ
Maka hendaklah mereka mendatangkan kalimat yang semisal Al Quran itu jika mereka orang-orang yang benar. (Surat 52 ayat 33-34) 

ذَٰلِكَ مَبْلَغُهُمْ مِنَ الْعِلْمِ ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ اهْتَدَىٰ
Itulah sejauh-jauh pengetahuan mereka. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang paling mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia pulalah yang paling mengetahui siapa yang mendapat petunjuk.  (Surat 53 ayat 30)
الَّذِينَ يَجْتَنِبُونَ كَبَائِرَ الْإِثْمِ وَالْفَوَاحِشَ إِلَّا اللَّمَمَ ۚ إِنَّ رَبَّكَ وَاسِعُ الْمَغْفِرَةِ ۚ هُوَ أَعْلَمُ بِكُمْ إِذْ أَنْشَأَكُمْ مِنَ الْأَرْضِ وَإِذْ أَنْتُمْ أَجِنَّةٌ فِي بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ ۖ فَلَا تُزَكُّوا أَنْفُسَكُمْ ۖ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقَىٰ
(Yaitu) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil. Sesungguhnya Tuhanmu maha luas ampunan-Nya. Dan Dia lebih mengetahui (tentang keadaan)mu ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu; maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.  (Surat 53 ayat 32) 


كَذَّبَتْ قَبْلَهُمْ قَوْمُ نُوحٍ فَكَذَّبُوا عَبْدَنَا وَقَالُوا مَجْنُونٌ وَازْدُجِرَ
Sebelum mereka, telah mendustakan (pula) kamu Nuh, maka mereka mendustakan hamba Kami (Nuh) dan mengatakan: "Dia seorang gila dan dia sudah pernah diberi ancaman).  (Surat 54 ayat 9)
فَقَالُوا أَبَشَرًا مِنَّا وَاحِدًا نَتَّبِعُهُ إِنَّا إِذًا لَفِي ضَلَالٍ وَسُعُرٍ
Maka mereka berkata: "Bagaimana kita akan mengikuti seorang manusia (biasa) di antara kita?" Sesungguhnya kalau kita begitu benar-benar berada dalam keadaan sesat dan gila". 
أَأُلْقِيَ الذِّكْرُ عَلَيْهِ مِنْ بَيْنِنَا بَلْ هُوَ كَذَّابٌ أَشِرٌ
Apakah wahyu itu diturunkan kepadanya di antara kita? Sebenarnya dia adalah seorang yang amat pendusta lagi sombong. 
سَيَعْلَمُونَ غَدًا مَنِ الْكَذَّابُ الْأَشِرُ
Kelak mereka akan mengetahui siapakah yang sebenarnya amat pendusta lagi sombong.  (Surat 54 ayat 24-26)

آمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَأَنْفِقُوا مِمَّا جَعَلَكُمْ مُسْتَخْلَفِينَ فِيهِ ۖ فَالَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَأَنْفَقُوا لَهُمْ أَجْرٌ كَبِيرٌ
Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala yang besar. 
وَمَا لَكُمْ لَا تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ ۙ وَالرَّسُولُ يَدْعُوكُمْ لِتُؤْمِنُوا بِرَبِّكُمْ وَقَدْ أَخَذَ مِيثَاقَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ
Dan mengapa kamu tidak beriman kepada Allah padahal Rasul menyeru kamu supaya kamu beriman kepada Tuhanmu. Dan sesungguhnya Dia telah mengambil perjanjianmu jika kamu adalah orang-orang yang beriman. (Surat 57 ayat 7-8)

الَّذِينَ يُظَاهِرُونَ مِنْكُمْ مِنْ نِسَائِهِمْ مَا هُنَّ أُمَّهَاتِهِمْ ۖ إِنْ أُمَّهَاتُهُمْ إِلَّا اللَّائِي وَلَدْنَهُمْ ۚ وَإِنَّهُمْ لَيَقُولُونَ مُنْكَرًا مِنَ الْقَوْلِ وَزُورًا ۚ وَإِنَّ اللَّهَ لَعَفُوٌّ غَفُورٌ
Orang-orang yang menzhihar isterinya di antara kamu, (menganggap isterinya sebagai ibunya, padahal) tiadalah isteri mereka itu ibu mereka. Ibu-ibu mereka tidak lain hanyalah wanita yang melahirkan mereka. Dan sesungguhnya mereka sungguh-sungguh mengucapkan suatu perkataan mungkar dan dusta. Dan sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun. 
أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ نُهُوا عَنِ النَّجْوَىٰ ثُمَّ يَعُودُونَ لِمَا نُهُوا عَنْهُ وَيَتَنَاجَوْنَ بِالْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَمَعْصِيَتِ الرَّسُولِ وَإِذَا جَاءُوكَ حَيَّوْكَ بِمَا لَمْ يُحَيِّكَ بِهِ اللَّهُ وَيَقُولُونَ فِي أَنْفُسِهِمْ لَوْلَا يُعَذِّبُنَا اللَّهُ بِمَا نَقُولُ ۚ حَسْبُهُمْ جَهَنَّمُ يَصْلَوْنَهَا ۖ فَبِئْسَ الْمَصِيرُ
Apakah tidak kamu perhatikan orang-orang yang telah dilarang mengadakan pembicaraan rahasia, kemudian mereka kembali (mengerjakan) larangan itu dan mereka mengadakan pembicaraan rahasia untuk berbuat dosa, permusuhan dan durhaka kepada Rasul. Dan apabila mereka datang kepadamu, mereka mengucapkan salam kepadamu dengan memberi salam yang bukan sebagai yang ditentukan Allah untukmu. Dan mereka mengatakan kepada diri mereka sendiri: "Mengapa Allah tidak menyiksa kita disebabkan apa yang kita katakan itu?" Cukuplah bagi mereka Jahannam yang akan mereka masuki. Dan neraka itu adalah seburuk-buruk tempat kembali. 
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ انْشُزُوا فَانْشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. 
اتَّخَذُوا أَيْمَانَهُمْ جُنَّةً فَصَدُّوا عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ فَلَهُمْ عَذَابٌ مُهِينٌ
Mereka menjadikan sumpah-sumpah mereka sebagai perisai, lalu mereka halangi (manusia) dari jalan Allah; karena itu mereka mendapat azab yang menghinakan. 
كَتَبَ اللَّهُ لَأَغْلِبَنَّ أَنَا وَرُسُلِي ۚ إِنَّ اللَّهَ قَوِيٌّ عَزِيزٌ
Allah telah menetapkan: "Aku dan rasul-rasul-Ku pasti menang". Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa. (Surat 58 ayat 2,8,11,16,21)












Thursday, October 24, 2013

[Catatan] Ayat Al-Qur'an 1

         25 - 10 - 2013
         09 : 34 AM



         Sudah lama sekali tidak ada postingan baru sejak saya mulai menyusun skripsi saya, jadi saya memutuskan untuk posting yang simple dan ringan saja, tapi penting. Yaitu kumpulan potongan ayat-ayat suci Al-Qur'an yang menurut saya penting untuk orang-orang ketahui. Dahulu saya sering mencatat ayat-ayat suci Al-Qur'an yang menurut saya penting di buku catatan, sekarang saya memutuskan untuk memulainya lagi dengan mencatatnya di blog agar yang lain bisa tahu juga. Tetapi saya akan mulai tidak dari awal (Al-Fatihah), karena bacaan saya saat ini sudah sampai tengah, jadi saya akan mulai dari dimana saya saat ini membaca saja. Nanti kalau sudah sampai akhir surat, maka akan kembali lagi ke awal. Ok, mari kita mulai catatan part 1.


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ
Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.(surat 49 ayat 6)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُنَّ خَيْرًا مِنْهُنَّ ۖ وَلَا تَلْمِزُوا أَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ ۖ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ ۚ وَمَنْ لَمْ يَتُبْ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ
Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.(surat 49 ayat 11)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ
Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.(surat 49 ayat 12)   

بَلْ عَجِبُوا أَنْ جَاءَهُمْ مُنْذِرٌ مِنْهُمْ فَقَالَ الْكَافِرُونَ هَٰذَا شَيْءٌ عَجِيبٌ
(Mereka tidak menerimanya) bahkan mereka tercengang karena telah datang kepada mereka seorang pemberi peringatan dari (kalangan) mereka sendiri, maka berkatalah orang-orang kafir: "Ini adalah suatu yang amat ajaib".(surat 50 ayat 2)
 
نَحْنُ أَعْلَمُ بِمَا يَقُولُونَ ۖ وَمَا أَنْتَ عَلَيْهِمْ بِجَبَّارٍ ۖ فَذَكِّرْ بِالْقُرْآنِ مَنْ يَخَافُ وَعِيدِ
Kami lebih mengetahui tentang apa yang mereka katakan, dan kamu sekali-kali bukanlah seorang pemaksa terhadap mereka. Maka beri peringatanlah dengan Al Quran orang yang takut dengan ancaman-Ku.(surat 50 ayat 45)

إِنَّكُمْ لَفِي قَوْلٍ مُخْتَلِفٍ
sesungguhnya kamu benar-benar dalam keadaan berbeda pendapat, 
يُؤْفَكُ عَنْهُ مَنْ أُفِكَ
dipalingkan daripadanya (Rasul dan Al-Quran) orang yang dipalingkan. 
قُتِلَ الْخَرَّاصُونَ
Terkutuklah orang-orang yang banyak berdusta,  
الَّذِينَ هُمْ فِي غَمْرَةٍ سَاهُونَ
(yaitu) orang-orang yang terbenam dalam kebodohan yang lalai, 
(surat 51 ayat 8-11)

كَذَٰلِكَ مَا أَتَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ مِنْ رَسُولٍ إِلَّا قَالُوا سَاحِرٌ أَوْ مَجْنُونٌ
Demikianlah tidak seorang rasulpun yang datang kepada orang-orang yang sebelum mereka, melainkan mereka mengatakan: "Dia adalah seorang tukang sihir atau seorang gila".  
أَتَوَاصَوْا بِهِ ۚ بَلْ هُمْ قَوْمٌ طَاغُونَ
Apakah mereka saling berpesan tentang apa yang dikatakan itu. Sebenarnya mereka adalah kaum yang melampaui batas. 
(surat 51 ayat 52-53)

أَمْ يَقُولُونَ شَاعِرٌ نَتَرَبَّصُ بِهِ رَيْبَ الْمَنُونِ
Bahkan mereka mengatakan: "Dia adalah seorang penyair yang kami tunggu-tunggu kecelakaan menimpanya". 
قُلْ تَرَبَّصُوا فَإِنِّي مَعَكُمْ مِنَ الْمُتَرَبِّصِينَ
Katakanlah: "Tunggulah, maka sesungguhnya akupun termasuk orang yang menunggu (pula) bersama kamu". 
(surat 52 ayat 30-31) 

Saturday, March 23, 2013

[Review] Larangan Untuk Menghalang-halangi Orang Beribadah

         24 - 03 - 2013
         11:19 AM





         Halo semua. Alhamdulillah saya masih dapat memposting lagi. Pada kesempatan kali ini saya ingin membahas sedikit 2 ayat Al-Qur'an. Berhubung kemarin juga saya mendengar khutbah jum'at yang cukup menarik, jadi saya tertarik juga ingin membahasnya sekali lagi tentang khutbah yang saya dengar kemarin di masjid Al-Misbah, Jatibening, Bekasi. By the way, sudah 2 minggu belakangan ini saya shalat jum'at disana, dan pagar depan masih belum di buka, dan pagar dalam juga di gembok rantai besar. Sepertinya sudah semakin parah saja upaya-upaya oknum-oknum tertentu yang ingin menyegel masjid itu. Tetapi walau begitu, alhamdulillah tidak mengendorkan semangat kami untuk beribadah shalat jum'at berjamaah disana. Baiklah, kita langsung saja ya. 2 ayat yang saya ingin bahas adalah berikut ini :


----

Dan siapakah yang lebih aniaya daripada orang yang menghalanghalangi menyebut nama Allah dalam mesjid-mesjid-Nya, dan berusaha untuk merobohkannya? Mereka itu tidak sepatutnya masuk ke dalamnya (mesjid Allah), kecuali dengan rasa takut (kepada Allah). Mereka di dunia mendapat kehinaan dan di akhirat mendapat siksa yang berat. (Al-Baqarah : 114)


 

Dan janganlah kamu mengusir orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan petang hari, sedang mereka menghendaki keridhaanNya. Kamu tidak memikul tanggung jawab sedikitpun terhadap perbuatan mereka dan merekapun tidak memikul tanggung jawab sedikitpun terhadap perbuatanmu, yang menyebabkan kamu (berhak) mengusir mereka, (sehingga kamu termasuk orang-orang yang zalim). (Al-An'am : 52)

----


         Pada kedua ayat itu sekiranya lumayan jelas ya buat kita, bahwa kita tidak layak dan tidak pantas untuk menghalang-halangi seseorang maupun mengusirnya, sedangkan orang itu ingin beribadah menyeru kepada perintah Tuhan dan mencari keridhaan-Nya. Jadi janganlah kita berbuat demikian, melarang orang untuk beribadah di sebuah masjid, menyegel masjid-masjid, apalagi sampai ingin merobohkannya. Dan juga perlu kita perhatikan di ayat Al-Baqarah : 114 ini. Bahwa ayat ini bisa berlaku juga kepada kita yang tidak secara langsung ingin merobohkan masjid-masjid maupun melarang orang-orang untuk beribadah. Bagaimana bisa terkena kepada kita? Yaitu ketika kita menciptakan atau membuat sebuah dinding pada diri kita sendiri, sehingga kita menjadi malas atau enggan untuk beribadah di masjid-masjid Allah maupun untuk mendirikan shalat. Ya, ayat ini bisa berlaku juga kepada orang-orang yang seperti itu menurut saya. Jadi janganlah kita menghalang-halangi diri kita sendiri untuk mendirikan shalat maupun untuk beribadah di masjid-masjid Allah. Karena barang siapa yang tidak mendirikan shalat, maka sama saja dia dengan merobohkan agama itu sendiri. Jadi janganlah kita menghalang-halangi diri kita sendiri maupun diri orang lain untuk beribadah kepada Allah, maupun untuk pergi beribadah berjama'ah di masjid-masjid Allah.
         Yah, sekian sekiranya dari saya. Semoga postingan ini dapat bermanfaat, aamiin. Sampai jumpa lagi.

Tuesday, February 12, 2013

[Fakta] Berita 36 Pengikut Ahmadiyah di Tasik Masuk Islam

         12 - 02 - 2013
         11 : 30 PM




         Hello, it's been a while since my last post. Nice to meet you again. Baiklah, karena hari ini saya melihat sepertinya sudah agak banyakan yang nge-view postingan saya tentang Ahmadiyah. Saya jadi agak bersemangat lagi memposting berita tentang Ahmadiyah. Mungkin ini berita yang sudah agak lama ya, sebulan yang lalu mungkin kira-kira. Berita tentang jema'at Ahmadiyah yang berada di Tasik. Banyak media yang memberitakan, yah kurang lebih kalian bisa lihat sendiri beritanya disini :

http://salam-online.com/2013/01/36-pengikut-ahmadiyah-di-tasik-masuk-islam.html

----
TASIKMALAYA (SALAM-ONLINE): Sebanyak 36 penganut Ahmadiyah asal Desa Kutawaringin, Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, masuk Islam.

Pengucapan dua kalimat syahadat digelar secara massal di Masjid Agung Setda Kabupaten Tasikmalaya, dipimpin langsung Kepala Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (17/1/2013).

Puluhan jemaah yang masuk Islam itu sebagian dari penganut Ahmadiyah di Kecamatan Salawu, yang totalnya mencapai sekitar tiga ribu warga.

Wilayah Salawu merupakan basis penganut Ahmadiyah di Tasikmalaya. Beberapa warga Ahmadiyah yang masuk Islam di wilayah itu mengaku kerap mendapatkan ancaman dari penganut Ahmadiyah lainnya.

Reni Rahmawati (26), salah seorang penganut Ahmadiyah yang telah masuk Islam, mengaku masuk Islam setelah mengikuti orang tuanya. Ia menjadi penganut Ahmadiyah setelah dikenalkan kedua orang tuanya sejak kecil. Pasalnya, di kampung halamannya hampir 90 persen penganut ajaran Ahmadiyah.

Rani mengatakan, ia memeluk Islam murni atas keinginan sendiri. Ia bersaksi, jemaah Ahmadiyah sudah menyimpang. Dia mengaku menganut Ahmadiyah karena orang tuanya juga penganut Ahmadiyah. “Niat shalat berbeda. Selain itu, bacaan shalatnya juga beda, ada yang ditambahi,” ungkapnya.

Bersama Rani, kedua orangtuanya juga memeluk Islam. “Ini juga sama-sama mengucapkan syahadat dan masuk Islam di masjid ini,” terang perempuan berkerudung itu, Kamis (17/1/2013) siang.

Ia mengaku, penganut Ahmadiyah yang insaf di kampungnya kerap mendapatkan intervensi sampai ancaman dari warga Ahmadiyah lainnya. “Beruntung saya rumahnya bukan di wilayah padat pemukiman. Penganut Ahmadiyah memang sudah turun temurun kalau di Salawu mah,” katanya.

Ustadz Wahyu, pengurus salah satu ormas Islam di Tasikmalaya membenarkan sering munculnya intervensi bagi penganut Ahmadiyah di Salawu yang masuk Islam. Malah, ada rumah warga Ahmadiyah yang masuk Islam, sampai dirusak.

“Pernah warga yang keluar Ahmadiyah sampai dilempari batu,” kata Wahyu yang juga masih warga Salawu.

Sementara itu, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya H Dadang R menyatakan, selama ini pihaknya telah melakukan beberapa pendekatan kepada jemaah Ahmadiyah di Salawu. Salah satunya upaya pembangunan sekolah formal di wilayah itu.

Tujuannya untuk mengakomodasi kebutuhan pendidikan bagi warga Salawu non-Ahmadiyah. “Soalnya selama ini di daerah Kutawaringin, Salawu, adanya hanya sekolah yang dikelola jemaah Ahmadiyah. Jadi, nanti kita akan siapkan sekolah bagi warga setempat yang non-Ahmadiyah. Sekolah Ahmadiyah itu tak terdaftar di Kemenag,” ujar Dadang.

“Alhamdulillah, Kementerian sangat menghargai pengucapan ikrar dua kalimat syahadat oleh jemaah Ahmadiyah,” kata Dadang. Dia berharap jemaah Ahmadiyah yang telah masuk Islam tetap istiqamah dan mengamalkan ajaran Islam. Selain itu, bisa menjadi teladan bagi penganut Ahmadiyah yang belul memeluk Islam.

Dadang mengatakan, ada peran organisasi masyarakat dalam mendorong kembalinya jemaah Ahmadiyah ke Islam. “Yang masuk Islam sudah 400 orang, dari total 3.000-an penganut Ahmadiyah.”

Di tempat yang sama, anggota Dewan Kehormatan FPI Tasikmalaya Muhammad Sofyan Anshori mengatakan, FPI akan membina mantan anggota Ahmadiyah dengan memberikan pelatihan di bidang peternakan, perikanan, dan pertanian.

“Kami dan Kementerian Agama akan memperhatikan kondisi ekonominya. Kami akan aktifkan Inkasa (Ikatan Mantan Korban Aliran Sesat Ahmadiyah),” Sofyan menjelaskan.

Sofyan menambahkan, ajakan agar pengikut Ahmadiyah memeluk Islam dilakukan dengan pendekatan dakwah, konsultasi, dan diskusi di rumah jemaah. “Konsultasi dilakukan dengan cara santai. Kebetulan saya suka dakwah di sana (Kutawaringin). Alhamdulillah mereka tergugah,” kata dia. (kompas/tempo/salam-online)

----

         "36 Pengikut Ahmadiyah di Tasik Masuk Islam", Ok kata-kata yang tidak begitu asing ya sepertinya di kuping kita. Berita yang cukup menarik untuk di bahas, dan kebetulan (atau mungkin juga bisa dikatakan untungnya) saya join atau nimbrung di dalam komunitas / semacam milist / grup jejaring sosial Ahmadiyah. Dan kebetulan disitu ada di bahas tentang berita ini. Berikut cuplikan-cuplikan kalimat menarik yang ada pada komunitas tersebut :

----
Menanggapi info dari pk D*r*sm*n,barusan saya langsung komfirmasi ke Pak Mubaligh R**w*n yg bertugas di Tenjowaringin dsk,kata Beliau tdk ada sepotongpun (sunda "sapotong-potang acan) yg keluar dari Ahmadiyah,berita itu berita bohong sbg komsumsi publik menghadapi PILGUB JABAR .(Saya asli Suksari tp skarang di Denpasar)
----

----
Klarifikasi nih buat cemuanya: malam jumat sy di kontak kang D**n soal berita tsb krn beliau ditanyai o/ jemaat pusat krn berita tsb muncul di media online the jakarta post, saya tanya baik QW priatim, QD salawu tdk tahu menahu ada acara tsb, kbanyakan mrk tahu dari koran lokal di hari jumat. Kutawaringin sendiri mrpkn desa sebelah tenjowaringin disana ada 1 mushola kelompok yg masuk cabang citeguh, awal tahun lalu sempat ada usaha pembakaran di tengah malam yg dpt digagalkan. Menurut khdm singaparna acara tsb sudah disetting tentu sbg program mrk dgn dana yg mrk miliki, krn tdk ada jemaat yg keluar org yg pernah mengikuti acara tsb di bawa kembali dgn mengundang media bwt publikasi, ke-36 tsb tdk ada dlm tajnid jemaat, sbgian adalah keturunan yg tdk aktif, mrk yg punya saudara ahmadi & disangka ahmadi, mrk yg ada dilingkungan ahmadi & disangka ahmadi, mrk ada yg bukan ahmadi cuma ikut2an bwt menambah quota & dapat amplop. Jemaat tasik sekitar & salawu tdk pernah merasa kehilangan anggota, malahan QD salawu sedang mendapat kegembiraan krn pada acara mukhotib mlm jumat kmrn ada pemuda usia SMA yg baiat ia murni ghair & tdk mmiliki saudara yg ahmadi, bulan lalu malam khudam wilayah priatim di garut malah ditutup dgn baiatnya 2 orang & menjadi anggota khudam baru salawu, Alhamdulillah.
----


         Ok, sekarang kita sudah melihat dari dua sisi, sisi media dan sisi jema'at Ahmadiyah. Sekarang saatnya kita berpikir sejenak, kita lihat mana kira-kira yang benar. Apa betul berita itu benar adanya? Kita telaah berita tersebut satu-satu :

----
Rani mengatakan, ia memeluk Islam murni atas keinginan sendiri. Ia bersaksi, jemaah Ahmadiyah sudah menyimpang. Dia mengaku menganut Ahmadiyah karena orang tuanya juga penganut Ahmadiyah. “Niat shalat berbeda. Selain itu, bacaan shalatnya juga beda, ada yang ditambahi,” ungkapnya.

Bersama Rani, kedua orangtuanya juga memeluk Islam. “Ini juga sama-sama mengucapkan syahadat dan masuk Islam di masjid ini,” terang perempuan berkerudung itu, Kamis (17/1/2013) siang."
----

         Niat shalat berbeda, bacaan shalatnya juga berbeda, bahkan ada yang di tambahi? Helloooo??? Setahu saya, shalat itu termasuk bagian dari ilmu fiqih. Jika berbeda-beda, bukan sesuatu hal yang bisa menyebabkan orang itu menjadi bukan muslim. Sekarang kita lihat, niat, bacaan, maupun shalat para 4 mazhab pun berbeda-beda. Berbeda pendapat tidak apa, asal ada dalilnya. Sekarang kita lihat lagi, Ormas Muhammadiyah shalat Subuh tidak pakai qunut, Ormas Nahdatul Ulama shalat subuh pakai qunut. Muhammadiyah adzan jum'atnya sekali, NU dua kali. Dari situ saja sudah berbeda, lantas kenapa tidak kamu katakan salah satu mereka bukan muslim? Lagipula agak sedikit aneh juga, 'masuk Ahmadiyah dari kecil karena orang tua nya', lalu sekarang ceritanya 'murni' atas keinginan. Tapi diberita selanjutnya, 'Bersama Rani, kedua orang tuanya ... '. Jadi 'murni'-nya 'murni' barengan nih ceritanya? Hehee.

----
“Pernah warga yang keluar Ahmadiyah sampai dilempari batu,” kata Wahyu yang juga masih warga Salawu.
----

         Kira-kira dapat di percaya ga nih beritanya? Warga mana yang dilempari batu? Dan warga mana yang melempari batu? Ya jelas dong.

         Ok, dari dua sisi ini saya sudah melihat dan saya telah mengambil kesimpulan. Bahwa berita ini tidak dapat di jadikan acuan ataupun di percaya kebenarannya. Karena dari sumber-sumbernya sendiri pun tidak jelas. Hanya ucapan-ucapan belaka tanpa adanya pembuktian. Dan juga berita ini hanya memandang dari sisi satu pihak, kenapa tidak ada dari sudut pandang pemuka / ustad jema'at Ahmadiyah disana. Konfirmasi bahwa 36 orang yang di liput itu benar jema'at Ahmadiyah atau bukan, dan bacaannya yang menyimpang seperti yang dikatakan saudari Rani itu bacaan yang seperti apa. Semoga kedepannya kita semua lebih mengunyah dahulu sebuah berita dibanding langsung menelannya mentah-mentah. :)
[Tafsir Ibnu Katsir]
Allåh subhanahu wa ta’ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ
Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.
(QS. al-Hujurat: 6)


Saturday, January 26, 2013

[Fakta] Pendapat NU Tentang Nabi Setelah Nabi Muhammad saw

         27 - 01 - 2013
         11 : 16 AM





         Berikut akan saya bagikan lagi, sebuah video berisi tentang sedikit pembahasan dari sebuah buku yang di terbitkan oleh salah satu ormas Islam yang termasuk besar juga di Indonesia, yaitu Nahdatul Ulama (NU). Video singkat ini berinti bahwa ormas Islam Nahdatul Ulama juga meyakini tentang adanya nabi setelah nabi Muhammad saw. Yaitu adalah Imam Mahdi, dan Isa Al-masih yang di janjikan. Ketika mereka turun, maka ke empat mahzab akan terhapus. Tetapi mereka tetap mengikuti syari'at nabi Muhammad saw. Menarik sekali video ini, apalagi jika punya bukunya.







http://www.youtube.com/watch?v=wEzIOjfAH9Q

[Fakta] Persidangan Asep Abdurrachman (FPI Bandung)

         27 - 01 - 2013
         11 : 08 AM




         Berikut akan saya berikan lagi video tentang yang waktu itu sempat saya bahas kalau tidak salah di post sebelumnya, tentang jema'at Ahmadiyah yang ketika di pengadilan ingin bersumpah dengan menggunakan Al-Qur'an tetapi tidak di perbolehkan. Karena di anggap bukan Islam. Berikut adalah video persidangan Asep Abdrurrachman.

----

         Asep Abdrurrachman alias Utep merusak masjid An Nashir, Bandung pada 25 Oktober. Utep dan anggota FPI yang dipimpinnya berniat membatalkan persiapan sholat idul adha esok harinya. Utep mengancam jika Ahmadiyah tidak mengikuti permintaanya "bisi jiga Cikeusik deui" - "seperti Cikeusik lagi"

         Dalam persidangan perdana dan kedua, anggota FPI memenuhi ruang persidangan. Mereka berteriak dan ganggu proses persidangan. Ketika saksi-saksi dari Muslim Ahmadiyah hendak mengucapkan sumpah, pengunjung berteriak "Kafir... bukan Islam.. kitab sucinya tadzkiroh!".

         Hakim tunduk para tekanan pengunjung dan memerintahkan sumpah tanpa menggunakan Alquran. Tindakan ini bertentangan dengan keyakinan Muslim Ahmadiyah dan langgar Kitab Hukum Acara Pidana pasal 170 ayat(3).
----

         Berikut sebagai penutup akan saya kutip lagi salah satu ayat dari kitab suci Al-Qur'an, ayat ini pernah saya kutip juga di post sebelumnya.

         "Dan siapakah yang lebih aniaya daripada orang yang menghalang-halangi menyebut nama Allah dalam masjid-masjid-Nya, dan berusaha untuk merobohkannya? Mereka itu tidak sepatutnya masuk ke dalamnya (masjid Allah), kecuali dengan rasa takut (kepada Allah). Mereka di dunia mendapat kehinaan dan di akhirat mendapat siksa yang berat." (Al-Baqarah : 114)




http://www.youtube.com/watch?v=9_SWrFtRjQY

[Fakta] Syahadat Ahmadiyah

         27 - 01 - 2013
         10 : 56 AM




         Berikut saya akan bagikan video yang menarik. Seorang Ahmadiyah selama 12 tahun mengatakan tentang syahadat Ahmadiyah. Seperti yang telah saya katakan sebelumnya, tidak ada syahadat yang berbeda, syahadat Ahmadiyah itu sama seperti yang di ajarkan Rasulullah Muhammad saw. Asyhaduallaa ilaaha ilallah, wa asyhaduanna muhammadar rasullah. Aku bersaksi tidak ada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.
         Lalu pertanyaannya, apakah kalian akan tetap menutup mata dan telinga setelah mendengar pengakuan langsung dari anggota jema'at Ahmadiyah ini?
         Singkat saja, terakhir saya ingin mengutip ayat Al-Qur'an di akhir tulisan ini.

Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman. (QS. 2:6)

Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat. (QS. 2:7)






http://www.youtube.com/watch?v=HeIphJunHwg

Sunday, January 20, 2013

Fakta Mengenai Jema'at Ahmadiyah

         20 - 01 - 2013
         06 : 06 PM



         Baiklah, kali ini saya akan coba membahas atau memposting sebuah kekeliruan mendasar yang sudah mendarah daging di negara kita tercinta Indonesia ini. Harap di ingat bahwa saya tidak mencoba mengkontaminasi, atau mempengaruhi. Apalagi membenarkan suatu pihak maupun menyalahkan suatu pihak. Saya hanya mencoba menampakkan sebuah kebenaran yang sudah di lencengkan. Soal apakah itu?
                  Baiklah, kita langsung mulai saja. Persoalan ini adalah mengenai sebuah pandangan yang mengarah kepada jema'at Ahmadiyah. Apa saja itu? Banyak. Sekarang saya ceritakan dahulu sedikit latar belakang dari kehidupan saya. Saya adalah orang yang sudah di tinggal pergi (meninggal dunia) oleh Ibu kandung saya sejak saya kecil, kira-kira berumur 2 atau 3 tahun. Yang pasti saya tidak ingat wajah atau kenangan apapun tentang Ibu saya. Tidak lama Ayah ku pindah ke bekasi, dan menikah lagi dengan wanita lain. Sehingga aku besar di bekasi, dan bersama oleh Ayah dan Ibu tiri ku. Di komplek rumah ku yang di bekasi, ada 2 masjid yang jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah ku.
         Dan ternyata masjid itu adalah masjid dari ormas Islam Nahdatul Ulama ( NU ) dan satu lagi Muhammadiyah. Sejak beranjak SMA, aku mulai menekuni belajar tentang Islam. Mungkin karena aku baru mulai mendapat hidayah di  masa SMA ini. Aku belajar membaca Al-Qur'an, Al-hadits, dan kitab-kitab lainnya. Aku pun mulai paham perbedaan-perbedaan, mahzab-mahzab, maupun dalil-dalil yang membedakan antara ormas NU dan Muhammadiyah. Aku mengenal ajaran kedua ormas tersebut, bahkan bisa di bilang aku belajar Islam dari mereka karena aku sering mengikuti pengajian-pengajian yang rutin mereka adakan tiap minggunya. Akhirnya aku pun mulai mendengar mengenai Ahmadiyah juga dari mereka. Aku pun dahulu berpikiran bahwa Ahmadiyah itu sesat, kalimat syahadat mereka berbeda, panutan mereka Mirza Ghulam Ahmad, kitab suci mereka bukan Al-Qur'an, pergi haji mereka bukan ke Mekah, dan masih banyak lagi. Tak lama setelah itu, aku mulai mengenal keluarga Ibu kandungnya.
         Awalnya aku tidak begitu dekat dengan keluarga Ibu kandung ku, karena memang mungkin karena Ayah ku juga yang sepertinya agak kurang ingin bersilaturahmi dengan keluarga Ibu kandung ku setelah berpisah dengan Ibu ku karena meninggal dunia. Jadi aku mulai mengenal keluarga Ibu kandung ku, dan ternyata aku baru tahu bahwa keluarga Ibu kandung ku itu rata-rata adalah Ahmadiyah. Mulai dari situ aku mencoba untuk tidak terpengaruh, aku bahkan mencoba untuk meluruskan mereka ke jalan yang benar.
         Tetapi begitu aku mengenal mereka, semua yang dikatakan kebanyakan orang maupun alim ulama kepada mereka ternyata tidak benar. Syahadat mereka masih sama, panutan / junjungan maupun syari'at nya pun adalah syari'at nabi Muhammad saw. Pergi haji nya pun ke mekah, kitab suci nya pun adalah Al-Qur'an. Aku sadar kalau ini adalah sebuah fitnah yang besar, yang kalau tidak ada yang mencoba meluruskannya maka pandangan ini akan terus berlanjut mendarah daging ke anak cucu kita. Karena itu aku mohon, ketika ada seseorang yang mengatakan bahwa Ahmadiyah begini begitu dsb, tanyakan kepada dia. 'Apa kamu sudah melihat sendiri mereka melakukan yang seperti itu?'.
         Allah swt dalam Al-Qur'an surat Al-Hujuraat ; 6 berfirman [Tafsir Ibnu Katsir] : 'Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.'. Ini merupakan perintah Allah langsung kepada kita, bahwa ketika ada berita datang kepada kita, maka kita harus memerika kebenaran berita tersebut meskipun berita itu datang dari orang yang fasik. Orang yang fasik adalah orang yang melanggar aturan-aturan agama, bahkan dari orang seperti itu pun kita diharuskan untuk memeriksa kebenaran sebuah berita, apalagi jika berita yang datang adalah dari orang yang sama-sama mengucapkan dua kalimat syahadat yang sama, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa, dan sebagainya.
         Selama ini saya sudah menyelidiki, maupun mengkaji ajaran-ajaran Ahmadiyah. Mengenai ayat khaataman nabiyyin, imam mahdi, dan lain-lain. Dan sepanjang ini, menurut saya ajaran mereka tidak ada yang salah yang sampai bisa di sebut bukan Islam. Tapi saya tidak akan bahas mengenai ajaran mereka di postingan yang ini, mungkin di postingan yang lain. Karena jika saya mengatakan itu, maka itu berarti saya bisa di sebut mengkontaminasi maupun mempengaruhi anda kan? Sedang di posting awal saya tujuan postingan saya ini bukan untuk seperti itu, tujuan posting saya yang ini adalah untuk meluruskan pandangan yang selama ini telah keliru kepada jema'at Ahmadiyah.
         Jadi, aku sangat memohon. Jangan katakan Ahmadiyah itu bukan Islam. Kita sama-sama membaca kitab suci yang sama, menjalankan syari'at yang sama yaitu syari'at nabi Muhammad saw, sama-sama mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa, dsb. Ahmadiyah itu tidak ada bedanya dengan ormas-ormas lain yang ada di Indonesia seperti NU, Muhammadiyah, dll. Kita sama-sama Islam, jadi aku sangat memohon jangan saling bermusuhan hanya karena beberapa perbedaan pemahaman antara ayat suci Al-Qur'an dan hadist di antara kita.
         Sangat miris sekali ketika beberapa tahun yang lalu, masjid-masjid tempat ibadah Ahmadiyah di rusak, saling terjadi pertumpahan darah, kegiatan-kegiatan pengajian di larang, dsb. Dan juga ketika beberapa waktu lalu, ketika seorang jema'at Ahmadiyah di sebuah persidangan ingin bersumpah dengan kitab suci Al-Qur'an mereka di larang. Karena di anggap bukan Islam, mereka tidak di perbolehkan bersumpah dengan Al-Qur'an, tetapi mereka hanya di sumpah berdasarkan kepercayaan, miris sekali. Kamu tidak pernah tahu kan rasanya ketika sedang ada pengajian di rumahnya, rumahmu di timpuki batu. Dahulu di rumah nenek ku sering di adakan pengajian rutin, tetapi begitu ada kejadian penimpukan batu pengajian pun di hentikan. Sangat menyedihkan sekali rasanya.
         Baiklah, sebagai penutup, aku akan membagikan beberapa hadist dan ayat suci Al-Qur'an. Semoga postingan ini berguna, dan dapat membuka pandangan kita semua yang telah keliru selama ini tentang jema'at Ahmadiyah, aamiin.

         “Akan datang suatu zaman di mana tidak tersisa dari Islam, kecuali tinggal namanya saja, tidak tersisa dari Alquran kecuali tinggal tulisannya saja, masjid-masjid mereka megah dan semarak, tetapi jauh dari petunjuk Allah, ulama- ulama mereka menjadi manusia- manusia paling jahat yang hidup di bawah kolong langit, dari mulut mereka ke luar fitnah dan akan kembali kepada mereka.” (HR Baihaqi, dari Ali r.a)

         "Dan siapakah yang lebih aniaya daripada orang yang menghalang-halangi menyebut nama Allah dalam masjid-masjid-Nya, dan berusaha untuk merobohkannya? Mereka itu tidak sepatutnya masuk ke dalamnya (masjid Allah), kecuali dengan rasa takut (kepada Allah). Mereka di dunia mendapat kehinaan dan di akhirat mendapat siksa yang berat." (Al-Baqarah : 114)
       
         “Apabila seseorang menyeru kepada saudaranya: Wahai kafir, maka sungguh akan kembali sebutan kekafiran tersebut kepada salah seorang dari keduanya. Bila orang yang disebut kafir itu memang kafir adanya maka sebutan itu pantas untuknya, bila tidak maka sebutan kafir itu kembali kepada yang mengucapkan.” (Shahih, HR. Al-Bukhari no. 6104 dan Muslim no.60, dari Umar r.a)



         Terima kasih.
 
Free Website TemplatesFreethemes4all.comFree CSS TemplatesFree Joomla TemplatesFree Blogger TemplatesFree Wordpress ThemesFree Wordpress Themes TemplatesFree CSS Templates dreamweaverSEO Design